Mereka yang Tidak Pernah Bersihkan Rumah Ternyata Lebih Sehat | Iptek | DW | 22.02.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Penelitian

Mereka yang Tidak Pernah Bersihkan Rumah Ternyata Lebih Sehat

Orang yang secara teratur membersihkan rumah secara signifikan paru-parunya lebih lemah dibandingkan orang yang tidak pernah bersih-bersih. Demikian hasil studi yang dilakukan oleh University of Bergen di Norwegia.

Untuk menghilangkan kotoran, seperti di lantai, banyak orang menggunakan bahan pembersih. University of Bergen telah menggelar satu studi jangka panjang menyelidiki efek bahan pembersih pada fungsi paru-paru manusia dan memperingatkan akan risiko kesehatan.

Menurut hasil riset, mereka yang secara teratur membersihkan rumah, dengan bantuan bahan pembersih, memiliki paru-paru yang jauh lebih lemah daripada orang yang tidak pernah bersih-bersih.

Kesimpulan tersebut merupakan hasil studi University of Bergen selama dua dekade yang dilakukan terhadap 6.230 orang. Selama studi 20 tahun ini diteliti kebiasaan peserta penelitian dalam membersihkan rumah dan secara berkala memeriksa kapasitas paru-paru mereka.

Mayoritas peserta penelitian adalah perempuan berusia rata-rata 34 tahun, yang kebanyakan membersihkan rumah mereka secara teratur atau bekerja sebagai pembersih. Kebiasaan menggunakan bahan pembersih secara berkala tercermin dalam kondisi kesehatan paru-paru mereka.

Hasil penelitian menunjukkan, perempuan yang bekerja sebagai pembersih memiliki fungsi paru-paru terlemah dan kemampuan mereka menghirup udara jauh lebih kecil dibandingkan perempuan yang jarang bersih-bersih.

Bahan Pembersih Sama Berbahayanya dengan Rokok

Yang terutama mengkhawatirkan adalah kenyataan bahwa kerusakan paru-paru yang dialami para perempuan pembersih sama besarnya seperti perokok yang mengonsumsi satu bungkus rokok per hari selama lebih dari 20 tahun.

Para ilmuwan dari University of Bergen mengatakan, melemahnya fungsi paru-paru mereka adalah akibat secara terus-menerus menghirup zat beracun, yang akhirnya mengendap pada membran mukosa sehingga mempengaruhi saluran pernafasan.

Dari penelitian diketahui bahwa bahan pembersih dari tabung semprot merupakan bahan yang paling berbahaya, karena surfaktan dan asam yang terkandung di dalamnya dapat dengan mudah dan langsung mencapai saluran pernapasan manusia.

Selain memiliki risiko asma lebih tinggi, para ilmuwan menganggap bahwa paru-paru perempuan bereaksi lebih cepat terhadap polutan daripada paru-paru pria. Penelitian jangka panjang ini menunjukkan, fungsi paru-paru pria lebih sedikit memburuk dibandingakan paru-paru perempuan setelah menggunakan bahan pembersih dalam jumlah yang sama. Namun, penelitian tersebut tidak memberikan penjelasan mengenai efek berbeda pada kapasitas paru-paru ini.

yf/vlz (geo/huffpost/healthline)

Laporan Pilihan