1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Menunggu "Royal Baby". Tradisi dan Tren

Laki-laki atau perempuan? Bagaimana wajahnya? Namanya siapa? Itu kira-kira yang banyak jadi bahan pembicaraan di Inggris belakangan ini, anak William dan Kate. Seluruh dunia sekarang menunggu kedatangannya.

Pangeran William dan Kate dianggap wajah baru institusi tua. Mereka menjaga tradisi yang berusia ratusan tahun dan bergerak maju ke masa depan. Jaman sekarang, orang menganggap melahirkan di rumah sakit adalah yang paling normal. Tapi hingga beberapa puluh tahun lalu, bagi kaum kerajaan, seperti juga dulu di kalangan rakyat biasa, yang normal adalah melahirkan di rumah. Tradisi ini mulai berubah sejak kelahiran Pangeran William dan Harry di tahun 1980-an. Keduanya lahir di bagian khusus rumah sakit St. Mary.

Royal supporter Terry Hutt (L) is pictured on a bench where he has been camped out for 9 days outside the Lindo Wing of St Mary's Hospital in London, on July 19, 2013, where Prince William and his wife Catherine's baby is expected to be born. The long wait for the birth of Britain's royal baby is record business for bookmakers, as punters worldwide bet on a girl called Alexandra to be born any day now. AFP PHOTO / BEN STANSALL (Photo credit should read BEN STANSALL/AFP/Getty Images)

Pendukung keluarga kerajaan ada yang menginap di luar bagian "Lindo Wing" di rumah sakit St. Mary, tempat Kate akan melahirkan anak.

Perubahan juga sudah terjadi dalam hal pendidikan. Ratu Elizabeth mendapat pendidikan di rumah, dari ayahnya, guru dan pendidik lain. Pangeran Charles adalah anggota keluarga kerajaan pertama yang pergi bersekolah. William dan Kate, yang menimba pendidikan di sekolah umum, diduga akan menempatkan anaknya di sekolah juga.

Mendobrak Tradisi

Tradisi lain yang sudah berubah adalah kehadiran suami di kamar bersalin. William sudah menyatakan, akan mendampingi Kate, seperti halnya banyak orang tua modern lainnya. Itu juga sudah dilakukan ayahnya, Charles, yang merasa lega telah melakukannya, karena bisa merasa ikut dalam proses melahirkan.

Di awal tahun 1900 dan sebelumnya, menurut tradisi, jika seorang anak kerajaan dilahirkan, seorang wakil pemerintah harus hadir. Misalnya ketika Ratu Elizabeth lahir tahun 1926. Tujuannya, agar ada bukti, bahwa bayi yang dilahirkan memang anak raja, bukan diselundupkan dari luar istana. Untung bagi Kate, tradisi itu sudah dihapus oleh Raja George VI, ayah Ratu Elisabeth.

Yang mungkin belum berubah adalah tradisi memberikan beberapa nama depan. Biasanya anggota keluarga kerajaan punya tiga sampai empat nama depan. Beberapa nama biasanya diberikan untuk menghormati leluhur. Nama lengkap Ratu Elizabeth adalah: Elizabeth Alexandra Mary, seperti nama ibu, nenek dan buyutnya.

Spekulasi apa yang bermunculan? Bisa Anda lihat di halaman 2