1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Menlu RI: Masyarakat Internasional perlu Bantu Myanmar Atasi Masalah Rohingya

Dalam menyelesaikan persoalan yang dalami etnis Rohingya, masyarakat internasional perlu membantu Myanmar yang menghadapi berbagai tantangan.

Menteri Luar negeri RI, Retno Marsudi di sela-sela G20  juga berbicara dalam  pertemuan Menteri Luar Negeri MIKTA. Sebagai pembicara utama, dalam kesempatan ini Menteri Luar Negeri RI  menyampaikan perkembangan terakhir terkait konflik di negara bagian Rakhine, Myanmar. Negara anggota ASEAN ini menghadapi situasi dan tantangan yang kompleks.

Tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Myanmar amat beragam, termasuk konflik komunal, kemiskinan, dan proses demokrasi dan reformasi yang masih seumur jagung serta ancaman yang ditimbulkan oleh kejahatan terorganisir transnasional. "Dengan masalah serumit itu, masyarakat internasional perlu untuk membantu Myanmar, yang bila mengalami kegagalan akan memiliki dampak negatif bagi keamanan dan stabilitas kawasan," demikian pernyataan kementerian luar negeri di situs web-nya.

MIKTA merupakan sebuah akronim dari perkumpulan informal lima negara perekonomian berkembang yaitu:, Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, Australia. Dibentuk tahun 2013 silam, MIKTA juga akan menjadi kelompok informal yang mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai middle powers yang bekerja sama untuk berkontribusi terhadap pembangunan komunitas internasional.

Kelima negara tersebut memiliki persamaan perkembangan ekonomi, demokrasi, pendekatan yang bersifat membangun terhadap isu-isu internasional dan penghubung di antara negara-negara di dunia yang memiliki perbedaan pandangan dalam kancah global. Kelima negara tersebut merupakan anggota G-20.

ap/vlz(kemlu)

Laporan Pilihan