1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Menlu Jerman Temukan Banyak Persamaan Politik Dengan Menlu dan Wapres AS

Meski ada perbedaan pendapat antara Berlin dan Washington, Menlu Jerman Sigmar Gabriel mengaku temukan banyak persamaan politik dengan menlu dan wapres AS.

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel menyatakan, ia menemukan banyak dasar kebersamaan atau persamaan politik dengan Wakil Presiden AS Mike Pence dan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson,  Walau negitu Gabriel mengakui, ada perbedaan pendapat terkait kebijakan Presiden AS Donald Trump dalam topik migrasi, Eropa, konflik Ukraina dan sikap terhadap Rusia. Dalam diskusi dengan Pence dan Tillerson, perbedaan-terbedaan itu tidak ditunjukkan: "Saya sangat puas, karena nyatanya kami memiliki berbagai pemahaman bersama yang luas."

"Baik Mike Pence maupun Tillerson memperjelas bahwa mereka memiliki minat yang besar dalam memperkuat Eropa", papar Gabriel, yang menjadi pejabat tinggi Jerman pertama yang berjumpa dengan pejabat tinggi pemerintah Amerika Serikat. Parapejabat tinggi kedua negara ini bertemu hari Kamis (02/02) di Washington, AS.

Tonton video 00:25

Pence menjanjikan kepada Gabriel, bahwa ia akan menghadiri Konferensi Keamanan München yang dijadwalkan berlangsung tanggal 17-19 Februari 2017. Tidak jelas apakah Tillerson juga akan menghadiri konferensi tahunan tersebut,.Namun menlu AS itu menyatakan rencananya untuk ambil bagian dalam konferensi tingkat menteri G-20 di Bonn, sesaat sebelum Konferensi Keamanan München.

Perdagangan bebas

Selama pertemuan dengan Pence dan Tillerson, Gabriel menyuarakan dukungan Jerman atas perdagangan bebas dan adil serta mengambil sikap bersebrangan terhadap posisi Presiden AS Donald Trump yang berusaha memproteksi pasar AS.

Mengenai persoalan Rusia, Gabriel menekankan bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh Uni Eropa kepada negara itu hanya bisa dicabut apabila terdapat  kemajuan dalam proses perdamaian di timur Ukraina." Tidak seorangpun menyatakan menentang hal itu," papar Gabriel.

Trump telah membuka perdebatan soal pengurangan sanksi tersebut, tetapi pada hari Kamis (02/02). Tapi duta besar baru AS untuk PBB, Ni8kki Haley justru mengirim sinyal berbeda ketika ia mengutuk "tindakan agresif" Rusia di Ukraina.

Selama kunjungannya ke Washington, Gabriel juga mendorong kemitraan transatlantik berkelanjutan yang kuat. Tidak ada wilayah yang punya kedekatan politis dan budaya seperti AS, Jerman dan Uni Eropa, ujar Gabriel: "Itu sebabnya kami ingin mendekati Amerika Serikat dengan tangan terulur," tandasnya.

Gabriel mengatakan dia tidak menyembunyikan sesuatu meskipun terdapat pergesekan antara pemerintahan di Berlin dan Washington di bawah kepemimpinan Trump.

Menlu Jerman itu sebelumnya mengatakan, tidak boleh ada penyimpangan dari nilai-nilai inti yang diyakini bersama. Ia juga menambahkan bahwa hal ini termasuk pula soal kebebasan beragama. Trump dituding oleh berbagai kalangan, telah menginjak-injak nilai-nilai ini. Terutama melalui sebuah perintah eksekutif yang ia tandatangani baru-baru ini, untuk menangguhkan program menampung pengungsi dan melarang masuknya warna negara dari tujuh negara mayoritas Muslim ke AS.

Bahas NATO

Pence dan Gabriel juga  membahas persoalan NATO.  Isu ini sempat menoreh luka karena Trump pernah memberi penegasan bahwa NATO adalah hal "usang." Namun dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih telah menegaskan kembali bahwa semua sekutu NATO harus memenuhi kewajiban keuangan mereka dalam aliansi pertahanan tersebut. Pemerintah AS juga menggarisbawahi bahwa NATO harus beradaptasi untuk menghadapi ancaman seperti ekstremisme kekerasan dan terorisme.

Pence akan mengunjungi markas NATO Brussels pada akhir bulan ini untuk bertemu dengan mitra di Eropanya dan membahas bagaimana upaya memperdalam dan memperkuat aliansi transatlantik, demikian tulis pernyataan itu.

ap/as(dpa)

Laporan Pilihan