1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Menlu Jerman Pidato di SU PBB

Menlu Jerman menyampaikan pidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Sabtu lalu (25/9). Dalam kesempatan itu ia menekankan peran Jerman dalam kerja sama internasional.

default

Guido Westerwelle, Menlu Jerman berpidato di SU PBB

Setiap wakil negara mendapat 15 menit untuk menyampaikan pidato di depan Sidang Umum PBB. Tentu waktunya tidak cukup untuk membahas masalah besar politik internasional serta menonjolkan kelebihan negaranya di dalam lembaga raksasa itu.

Dalam pidatonya Westerwelle menekankan peran Jerman sebagai negara penyumbang dana bantuan pembangunan terbesar ketiga di dunia. Ia juga menyebutkan, bahwa pemerintahnya telah berhasil mengatasi krisis keuangan dan ekonomi global dan sedang menempuh jalan menuju perekonomian yang stabil. Sehingga Jerman dapat diandalkan sebagai mitra kuat di dunia.

Menyangkut perlindungan iklim misalnya, Westerwelle merujuk pada keberhasilan Jerman di bidang teknologi. Ia mengatakan, pemerintahnya membantu negara-negara yang paling besar merasakan dampak perubahan iklim. Dan perhatian Jerman terutama tertuju pada negara kepulauan kecil. Jika ingin memerangi perubahan iklim, perlu mengandalkan teknologi dan inovasi baru serta melakukan pertukaran pengetahuan baru terkait energi terbarukan. Dari kerja sama inilah negara miskin dan berkembang juga dapat menarik keuntungan. Tambah Menlu Jerman itu.

Di sela-sela SU, Westerwelle menyempatkan diri untuk bertemu dengan rekan-rekannya dari Jepang, Australia dan negara-negara lain, yang juga mendukung inisiatif pengurangan senjata dan perjanjian non-proliferasi nuklir. Westerwelle menjelaskan, terkait tema ini ada kemajuan. Sebagai langkah berikutnya telah disepakati sebuah konferensi, yang akan digelar Mei tahun mendatang, untuk merundingkan sebuah perjanjian non-proliferasi. Kemudian Menlu Jerman menambahkan, bahwa upaya menjadikan dunia bebas dari senjata nuklir adalah sebuah visi jangka panjang.

Dalam kesempatan ini, Westerwelle juga menyoroti negara pemegang struktur kekuasaan di dalam PBB. Menurutnya, sejak 65 tahun lalu kelima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yakni Amerika Serikat, Rusia, Cina, Perancis dan Inggris selalu memegang peranan utama. Semua usaha untuk memberikan negara lain kesempatan yang sama, selalu gagal. Sudah tidak sepadan dengan zaman sekarang, bila tidak ada perwakilan dari Afrika dan Amerika Latin sebagai anggota tetap di dalam Dewan Keamanan, tandas Westerwelle. Begitu juga Asia. Ia menjelaskan, bahwa benua itu sedang berkembang dengan pesat. Ia juga mengatakan, bahwa Jerman pun bersedia untuk mengambil tanggung-jawab yang lebih besar di dalam PBB.

Dengan pernyataan itu, Westerwelle menekankan keinginan pemerintahnya untuk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan. Sebenarnya, Jerman mengincar untuk menjadi anggota tetap Dewan Keamanan. Namun untuk itu, perlu dilakukan reformasi yang sangat mendasar dan sampai sekarang tidak ada dukungan mayoritas untuk melakukan reformasi tersebut. Sementara ini pemerintah Jerman mengejar solusi kedua yaitu menjadi anggota tidak tetap untuk periode 2011-2012. Keputusannya akan diambil Oktober mendatang.

Dengan demikian pidato Westerwelle di depan SU PBB juga berisi promosi untuk menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Seperti dinyatakannya, "You can count on Germany, you can rely on Germany!".

Nina Werkhäuser / Andriani Nangoy

Editor: Marjory Linardy