1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Menlu Jerman Kunjungi Jalur Gaza

Menlu Jerman Guido Westerwelle laukan kunjungan dua hari (7-8 November 2010) ke Jalur Gaza. Ia adalah menteri Jerman yang mengunjungi kawasan tersebut sejak tahun 2006.

default

Menlu Jerman kunjungi sebuah sekolah PBB

Dalam lawatannya ke Jalur Gaza, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle antara lain mengunjungi sebuah proyek pembangunan instalasi penjernihan air yang dibangun dengan bantuan pemerintah Jerman.

Instalasi penjernihan air di Gaza-City yang dibangun pada tahun 1977 dan diperluas dengan sejumah kolam penjernihan tambahan sepuluh tahun kemudian, tidak mampu lagi membersihkan seluruh air kotor yang berasal dari kawasan tersebut. Batas maksimum instalasi itu hanya mencakup 55.000 meter kubuk air setiap hari. Sehingga sedikitnya 50 persen air kotor dari kawasan tersebut mengalir ke laut. Ketika terjadi Perang Gaza, salah satu bak penampung air hancur akibat serangan militer Israel. Berkat bantuan pemerintah Jerman, sebuah instalasi baru lengkap dengan pompa baru akan dibangun di samping instalasi lama. Bank Negara Jerman untuk Bantuan Pembangunan Kembali, KfW, memberikan dana bantuan senilai 10 juta Euro untuk merealisasikan proyek tersebut. Wakil ketua jawatan perairan Palestina di Gaza, Rebhy El Sheikh, menggambarkan situasi instalasi lama:

"Cara satu-satunya untuk membuang sebagian air yang tidak tersaring, yaitu dengan membuangnya ke laut. Saya paham sekali, bahwa pembuangan air sebanyak 50 hingga 55.000 meter kubik per hari ke laut akan mencemari laut. Saya sepakat.“

Pada tahun 2003 bank bantuan pembangunan Jerman sudah bersedia memberikan kucuran dana senilai 70 juta Euro untuk pembangunan instalasi penjernihan baru di Gaza-City dan untuk kawasan sekitarnya. Namun karena situasi politik di Jalur Gaza waktu itu tidak menentu dan pada tahun 2007 terjadi pengambilalihan kekuasaan oleh Hamas, pemerintah Jerman hanya memberikan bantuan untuk sebuah instalasi penjernihan kecil yang direncanakan bersama mitra dari Palestina. Sejak September lalu, pemerintah Palestina yang menerima pasokan bahan bangunan untuk pembangunan instalasi baru, selalu harus memberikan kepada militer Israel laporan rinci mengenai penggunaan bahan bangunan tersebut. Dalam lawatannya Westerwelle sempat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman. Seusai pertemuan tersebut Westerwelle mengungkapkan:

„Menyangkut soal pembangunan instalasi baru, Menteri Luar Negeri Israel dan saya sepakat, bahwa yang masih perlu dicarikan adalah jalan keluar terkait masalah tekniknya. Itu berarti, tidak ada masalah politik yang menghalangi pembangunan tersebut.“

Guido Westerwelle adalah menteri Jerman pertama yang melawat ke Jalur Gaza sejak tahun 2006. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerukan kepada pemerintah Israel untuk memperlonggar blokade ke Jalur Gaza yang dikuasai oleh kelompok Hamas sejak 2007. Di depan wartawan, Westerwelle mengatakan, blokade tersebut berdampak pada sedikitnya 1,5 juta warga Gaza dan kenyataan ini tidak dapat diterima. Ia menambahkan bahwa perdagangan impor dan ekspor merupakan kepentingan bersama. Dan blokade tersebut justru memperkuat posisi kelompok radikal dan memperlemah kelompok moderat. Selama pemerintah Israel masih memberlakukan blokade ke Jalur Gaza, pembangunan kembali di kawasan itu tidak akan berjalan dengan baik.

Di Jalur Gaza Westerwelle juga mengunjungi sebuah sekolah Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam kesempatan itu, ia juga menyerukan pembebasan tentara Israel Gilad Schalit yang diculik di Jalur Gaza empat tahun lalu.

Clemens Verenkotte/Andriani Nangoy

Editor: Ayu Purwaningsih