1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Menlu AS Kepada Korea Utara: "'Kami Bukan Musuh Anda"

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson menyatakan AS ingin berdialog dengan Korea Utara dan tidak berusaha untuk menggulingkan rezimnya. Korut baru-baru ini kembali tes rudal jarak jauh.

Rex Tillerson hari Selasa (1/8) berusaha meyakinkan Korea Utara bahwa Amerika Serikat bukanlah musuh. Pada saat yang sama dia memperingatkan rezim itu agar meninggalkan kegiatan nuklirnya.

"Kami tidak berpikir bahwa suatu dialog dengan pihak Korea Utara yang bermaksud mempertahankan program senjata nuklir mereka akan produktif," kata Tillerson kepada wartawan di Gedung Departemen Luar Negeri di Washington.

 Rex Tillerson Australien (Reuters/J.Reed)

Menlu AS Rex Tillerson

Tillerson mengakui bahwa hanya ada beberapa pilihan untuk berhadapan dengan Pyongyang dan bahwa dia  jika diinginkan "dengan senang hati akan duduk dan berdialog dengan mereka (Korea Utara) tentang masa depan."

"Kami tidak mengiginkan perubahan rezim, kami tidak mencari jatuhnya rezim, kami tidak mencari reunifikasi yang dipercepat dari semenanjung ini," kata Menlu AS selanjutnya.

"Kami mencoba untuk menyampaikan kepada warga Korea Utara: Kami bukan musuh Anda, kami bukan ancaman bagi Anda, tapi Anda sedang mengajukan ancaman kepada kami yang tidak dapat diterima, dan kami harus menanggapinya."

Presiden Donald Trump telah menuntut agar Cina - mitra dagang terbesar Korea Utara - berbuat lebih banyak untuk mengendalikan tetangganya. Namun Tillerson bernada lebih diplomatis dan menekankan bahwa meskipun Cina berada dalam posisi yang unik, Cina tidak dapat disalahkan begitu saja untuk situasi di Korea Utara.

Rudal balistik ke Amerika

Korea Utara di bawah kepemimpinan Kim Jong Un beberapa tahun terakhir memperluas program senjata nuklirnya, meski ada serangkaian sanksi PBB.

Nordkorea Kim Jong Un Freude nach dem Test der Hwasong-14 Rakete (Reuters/KCNA)

Pimpinan Korut Kim Jong Un tertawa gembira setelah ujicoba rudal balistikantar benua Hwasong-14, akhir Juli 2017

Hari Jumat lalu (28/7) Korut kembali melakukan ujicoba rudal balistik antarbenua terbaru (ICBM). Setelah peluncuran tersebut, Kim Jong Un menyatakan kepada warganya, bahwa sekarang Koorea utara bisa menyerang setiap target di Amerika Serikat.

Senator dari Partai Republik Lindsey Graham mengatakan kepada televisi AS, Trump pernah menyampaikan kepadanya bahwa dia akan berperang dengan Korea Utara "jika mereka terus mencoba menarget Amerika dengan rudal jarak jauh."

"Dia mengatakan hal itu kepada saya, dan saya percaya dia," kata Lindsey Graham. "Jika saya orang Cina, saya akan mempercayainya, dan melakukan sesuatu untuk itu."

Graham mengatakan, AS tidak memiliki pilihan selain melakukan serangan militer yang telak, jika diplomasi dan tekanan dari Beijing gagal mengekang ancaman itu.

"Saya lebih memilih pendekatan diplomatik, tapi mereka tidak tidak boleh diizinkan memiliki rudal untuk menghantam Amerika dengan senjata nuklir," tandasnya.

hp/rn (rtr, afp)

 

Laporan Pilihan