1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Menjelang Pertemuan Netanyahu dan Obama

PM Israel Benyamin Netanyahu akan bertemu Selasa (23/03) dengan Presiden AS Barack Obama di Washington. Lawatannya diadakan saat hubungan antara AS dan Israel menegang, akibat sengketa soal pembangunan pemukiman Yahudi.

default

Gambar simbol. AS dan Israel

Politisi tingkat tinggi dalam pemerintahan berhaluan kanan di bawah PM Benyamin Netanyahu memuji langkah pemimpin pemerintahan, yang menolak menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di Yerusalem timur.

Dalam sebuah surat terbuka yang ditujukan bagi Netanyahu dan diterbitkan di halaman pertama harian "Ha’aretz", pemimpin fraksi partai-partai berhaluan kanan dan ultraortodoks menyatakan, "Kami ingin menunjukkan dukungan sepenuhnya bagi sikap anda yang berani dalam melanjutkan rencana pembangunan di Yerusalem."

Tidak Mau Berkompromi Lagi

Benjamin Netanjahu bei der Kabinettssitzung

PM Israel Benyamin Netanyahu (kanan) berdiskusi dengan wakilnya Silvan Shalom

Pernyataan yang ditandatangani seperempat dari seluruh anggota parlemen menegaskan, bahwa Israel tidak akan menerima kompromi lagi sebagai syarat bagi dimulainya kembali pembicaraan perdamaian dengan Palestina. Wakil PM Silvan Shalom dari Partai Likud yang berhaluan kanan menarik neraca upaya Netanyahu untuk memulai pembicaraan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, sejak dilantik sebagai perdana menteri setahun yang lalu.

"Kami sudah melalui masa yang sangat sulit, bukan masa yang mudah. Ketika Netanyahu baru memulai tugas sebagai pemimpin pemerintahan, mereka mengatakan kepadanya, kamu hanya perlu menerima ide negara Palestina, maka perundingan akan segera dimulai kembali. Hanya perlu menghentikan pembangunan pemukiman, setelah itu pembicaraan dimulai. Tetapi itu semua tidak terjadi," demikian Silvan Shalom.

Israel Mendambakan Perdamaian

Abbas / Palästinenserpräsident / Ramallah

Presiden Palestina Mahmoud Abbas

Silvan Shalom menambahkan, "Sekarang mereka mengatakan, kamu hanya perlu menghentikan pembangunan di Yerusalem, setelah itu pembicaraan langsung akan diadakan. Saya pikir, itu semua harus dihentikan. Kami harus menyatakan, bahwa kami sangat menginginkan perdamaian, bahwa kami senang jika dapat berbicara dengan wakil Palestina."

Tetapi menurutnya, harus jelas juga bahwa semua ini tidak dapat menjadi syarat bagi dimulainya perundingan. Melainkan harus dibicarakan dalam perundingan. "Jika mereka benar-benar menginginkan perdamaian, mereka akan melihat, bahwa kami juga mendambakan hal yang sama," demikian Silvan Shalom.

"Yerusalem Tidak Termasuk Perundingan"

Politisi pimpinan dari Partai Likud, yang juga menjadi partai Netanyahu, menyatakan dukungan bagi pemimpin partainya sebelum pembicaraan dengan Presiden AS Barack Obama dimulai di Washington. Minggu malam, 21 Maret pemimpin parlemen Israel, Knesset, Ruby Rilvin dari Partai Likud berbicara di depan sekitar 1.000 pendukung Likud di Tel Aviv.

Jerusalem Siedlungsbau

Pekerja Palestina beristirahat setelah bekerja di perumahan Yahudi ultra-ortodoks, Ramat Shlomo di Yerusalem Timur (21/03/10). Di belakang tampak daerah Arab di Yerusalem Timur, Bet Hanina. 1.600 rumah baru rencananya akan didirikan di wilayah yang tampak hijau dengan pohon-pohon zaitun.

Ia mengatakan, "Saya ingin mengucapkan selamat kepada perdana menteri kita, dan mendukung para menteri. Saya ingin mengatakan kepada anda sekalian, ada hal yang harus kita nyatakan kepada dunia. Yaitu, Yerusalem tidak akan menjadi bagian perundingan mana pun juga!"

Palestina Kutuk Serangan

Sementara itu PM Palestina Salam Fayyad mengutuk apa yang disebut dalam pernyataan resmi dari kantornya sebagai "eskalasi militer" Israel. Aksi militer di Tepi Barat Yordan dalam dua hari terakhir menyebabkan tewasnya empat remaja Palestina.

Dengan langkah itu, Israel membahayakan upaya pemerintah otonomi Palestina untuk menjaga keamanan dan stabilitas. Demikian dinyatakan lebih lanjut oleh Salam Fayyad. Pada saat bersamaan, Salam Fayyad menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menuntut Israel agar menghentikan aksi militernya.

Clemens Verenkotte / Marjory Linardy

Editor: Christa Saloh