1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Menjelang EXPO 2010 di Shanghai

Bagi China yang gemar kemegahan, pameran dunia EXPO di Shanghai harus merupakan yang terhebat di dunia. EXPO 2010 akan dibuka 1 Mei 2010, hingga 31 Oktober. Jerman pun tampil diwakili berbagai kota.

default

Maket Pavillon Jerman di EXPO 2010 Shanghai.

Seperti Beijing sebelum penyelenggaraan Olympiade 2008, Shanghai saat ini juga tampak berantakan dengan pembangunan di setiap sudut kota yang menghadapi EXPO 2010. Di tengahnya, akan didirikan bangunan yang mewakili Jerman, di antaranya gedung merah bata Hamburg-Haus.

Lars Anke yang mewakili kota Hamburg tampak puas. Ia menuturkan, "Di sebelah kanan Hamburg-Haus akan ada sebuah bangunan Elsass, sedangkan di hadapan kami bangunan Macao. Di depan bangunan Elsass itu nanti ada sebuah taman dari Chengdou, dengan danau yang berair terjun. Di blok sebelah kami akan ada replika Mekkah, dan sedikit lebih jauh dari bangunan Elsass terlihat bangunan Shanghai."

Setelah EXPO berakhir, Hamburg-Haus nanti tidak dirombak kembali. Berdiri di atap gedung, arsitek Christine Reumschüssel menunjukan sebuah alat pengatur suhu, sambil bercerita, "Menarik pada alat ini adalah pendinginannya yang dilakukan tanpa listrik. Di Cina, hampir setiap apartemen dilengkapi beberapa AC. Listrik yang diperlukan untuk 1 AC saja, lebih besar daripada yang kami butuhkan untuk seluruh rumah ini. Sebuah rumah pasif bisa menghemat listrik sampai seminimal mungkin, sehingga emisi karbon dioksidanya juga rendah. Emisi CO2 itu kan yang menyebabkan pemanasan global. "

Lebih dari 200 negara, kota dan organisasi akan tampil dengan motto: „Kota yang lebih baik – kehidupan yang lebih baik. Selain Hamburg, kota-kota Bremen, Freiburg dan Düsseldorf menampilkan pameran khusus. Orkestra Radio Stuttgart akan tampil pada pembukaan, sementara Dresden memamerkan 25 lukisan dari koleksi pemerintahan kota itu. Tapi yang paling megah adalah Pavillon Jerman, sebuah proyek senilai 30 juta Euro yang berbentuk taman, dimana kehadiran manusia dan alam saling mengimbangi dalam sebuah kota masa depan. Kota yang menurut arsitek Lennart Wiechal, sangat hemat energi.

Biaya untuk menyelenggarakan sebuah EXPO sangat tinggi. Dua pertiga penyelenggaraan EXPO merugi, termasuk EXPO di Hannover tahun 2000. Sementara bagi China tampaknya biaya itu soal sampingan. Pemerintah China ingin menunjukan kepada 70 juta pengunjungnya bahwa China adalah negara kuat dan modern.

Selain pembangunan, maskot Haibao terlihat tersenyum dari setiap dinding iklan. Namun, penduduk Shanghai di jalanan seakan was-was menanggapi Expo 2010. "Ini pertama kali, EXPO diselenggarakan di negara berkembang. Penghormatan bagi bangsa kami", cerita seorang lelaki. Sedangkan rekannya bercerita, "Saya tak begitu tertarik sama EXPO, karena kami tak menuai keuntungan apapun darinya". Ada juga yang melihatnya lebih positif, "Saya sih merasa beruntung, sekarang sudah banyak bis dan jaringan trem baru, jalan-jalan diperbesar dan kota disolek cantik“

Di Shanghai, banyak juga warga yang miskin. Mereka kuatir, selama EXPO harga-harga akan melejit. Dan biaya makan sehari-hari akan terlalu mahal.

Astrid Freyeisen / Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk