1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Menhan Jerman Koreksi Penilaian Serangan di Kundus

Serangan kontroversial yang terjadi awal September lalu dilakukan atas perintah komandan tentara Jerman Bundeswehr dan menyebabkan tewasnya sejumlah warga sipil.

default

Menteri Pertahanan Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg

Kamis (03/12), Menteri pertahanan Jerman Karl-Theodor zu Guttenberg dari Partai Uni Kristen Sosial (CSU) mengatakan di depan Parlemen Jerman Bundestag bahwa perintah penyerangan tersebut tidak mutlak perlu dari sudut pandang militer.

Semuanya bermula September lalu, saat Komandan Klein memerintahan serangan udara terhadap dua truk pengangkut bahan bakar di Kundus. Sasarannya adalah kelompok Taliban yang menggunakan warga setempat sebagai tameng manusia. Alhasil, meski target serangan adalah kelompok radikal Taliban tapi pemboman tersebut menyebabkan sejumlah warga sipil tewas.

Perintah serangan udara di Kundus lalu diperdebatkan di Parlemen Jerman. Awalnya, zu Guttenberg yang saat itu masih menjabat menteri ekonomi Jerman, termasuk kubu yang mendukung langkah yang diambil Komandan Klein. Kini, Menteri Pertahanan zu Guttenberg mengoreksi penilaiannya. Meski begitu, zu Guttenberg secara tegas menyatakan dukungan bagi Komandan Klein.

"Walau dengan sangat menyesal saya harus merevisi penilaian saya tanpa melakukan penilaian hukum - dan saya ingin menandaskan hal ini - saya tidak berubah pikiran terkait Komandan Klein. Karena itulah, saya tidak akan mengorbankan Klein dan menarik dukungan saya baginya. Itu merupakan sikap yang salah," kata zu Guttenberg.

Kata-kata tegas zu Guttemberg disambut baik anggota Parlemen lainnya. Menurut Wilfried Stolze, juru bicara perhimpunan militer Jerman Bundeswehr, kata-kata inilah yang ditunggu pasukan Bundeswehr yang menjalankan misi luar negeri. Menurutnya, seorang pemimpin militer yang berada dalam situasi sulit di medan perang, yang sama sekali tidak bisa dinilai orang yang duduk di balik meja di Jerman, harus mengambil keputusan dengan cepat. Dan ia harus siap, bahwa mungkin saja, keputusan yang diambilnya saat itu salah dan harus direvisi.

Saat ini, 4.400 tentara Jerman Bundeswehr ditempatkan di Afghanistan. Pasukan Jerman adalah yang terbesar ketiga setelah tentara Amerika Serikat dan Inggris di negara Hindukush itu. Apakah jumlah pasukan Bundeswehr akan ditambah, ini tergantung hasil konferensi internasional untuk Afghanistan yang akan digelar di London, Januari tahun 2010. Terlepas dari itu, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle menginginkan pemerintah Jerman segera merumuskan strategi penarikan pasukan dari Afghanistan. Westerwelle merujuk pada pidato Presiden AS Barack Obama yang menargetkan untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan mulai tahun 2011.

ZER/HP/phoenix/dlf