1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Mengatasi Luka Menahun dengan Plasma

Mengalami luka menahun? Teknologi plasma yang dikembangkan di München menjawab persoalan itu.

Luka kronis adalah spesialisasinya: Georg Isbary mengobati pasien dengan luka menahun yang sulit sembuh. Bakteri mencegah luka pasien menutup sempurna, walau sudah diobati salep dan Antibiotika. Dokter ahli kulit dari München ini memanfaatkan perangkat kedokteran yang cuma satu-satunya di dunia. Enam elektroda dengan kilat-kilat kecil menciptakan Plasma. Terdiri dari partikel bermuatan listrik yang dihembus udara hangat langsung ke luka.

Dr. Georg Isbary menjelaskan: "Plasma dalam kondisi berbentuk gas, hingga bisa memasuki bagian yang lebih kecil, yang tidak bisa dicapai cairan atau salep. Artinya kita bisa menembus hingga lokasi dimana bakteri berada. Keunggulan pengobatan plasma adalah, bakterinya diserang dari berbagai arah."

Digunakan pula di ruang angkasa

Teknologi Plasma dikembangkan di Institut Max-Planck untuk fisika extra-terestrial di Garching. Sejak bertahun-tahun, pakar fisika di sini membangkitkan plasma artifisial, untuk digunakan dalam penelitian di stasiun ruang angkasa.

Dalam eksperimen di ruang angkasa, temanya bukan penyembuhan luka. Melainkan riset dasar. Partikel plastik amat kecil dimuati aliran listrik, dan diamati secara spontan membuat formasi teratur.

Efek sampingan

Dengan itu efek sampingan Plasma ditemukan. Yakni sebagai obat suci hama ampuh. Sebuah tim peneliti terus melakukan ujicoba perangkat plasma baru. Cawan pembiakan bakteri ini selama 30 detik dipapar pancaran plasma. Lalu disimpan semalam dalam lemari pembiak.

Hasilnya pada keesokan harinya amat tegas: Plasma menghancurkan dinding sel bakteri. Hanya koloni kecil di pinggiran yang masih hidup.

Dr. Julia Zimmermann, dari Max-Planck-Institut mengatakan: "Rencananya peralatan ini akan diujicoba klinik, untuk mengobati jerawat akne, beragam penyakit kulit, penyakit jamur atau Herpes. Penggunaannya amat muda: tempelkan di kulit,hidupkan Plasmanya, tunggu beberapa detik, semua bakteri mati, baik di kulit atau dalam luka."

Para peneliti terus melakukan riset. Mereka mengembangkan peralatan dari jaringan elektroda, untuk menyuci hamakan beragam obyek. Anggota badan, makanan atau alat operasi.

Plasma hanya bisa terlihat dalam gelap. Oksigen di udara jika dimuati aliran listrik akan menciptakan pancaran sinar ultra-violet, yang memiliki efek suci hama. Dr. Julia Zimmermann, menjelaskan:"Perangkat ini membangkitkan Plasma dingin, berupa gas terionisasi. Kita masukkan tangan ke sini, gas akan mengalir dan meresap hingga ke bawah kuku jari atau luka kecil. Membunuh bakteri, jamur atau virus yang ada pada kulit."

Rumah sakit Schwabing di München amat tertarik pada perangkat semacam itu. Pasalnya, di sini para dokter juga menghadapi masalah bakteri yang multi-resisten. Setiap grendel di pintu, atau jabat tangan bisa menularkannya. Kini di Jerman makin banyak pasien terinfeksi bakteri semacam ini.

Laporan Pilihan