1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Menambang Emas di Luar Angkasa?

Penambangan di ruang angkasa bergerak dari fiksi ilmiah ke sektor komersial. Tujuannya adalah mencari bahan bakar lebih jauh di galaksi.

Dalam kurun waktu tiga tahun, dua perusahaan merencanakan misinya menyambangi asteroid. Jika bahkan batu sederhana dari ruang angkasa mungkin dapat memenuhi permintaan akan logam seperti platinum atau emas selama berabad-abad, maka kekayaan ruang angkasa mungkin akan dapat memberi keuntungan bagi bumi, demikian fantasi yang kerap dikisahkan pendongeng.

Tapi kenyataannya, sulit sekali untuk bisa membawa banyak bijih besi ataupun logam turun dari langit. Beberapa usaha baru difokuskan pada penggunaan mineral antar planet ruang angkasa atau membangun depot bahan bakar di ruang angkasa.

Fokusnya air

Rekordbegegnung mit Asteroiden

17 ribu mil dari bumi.

Bisa jadi terdapat emas di sana, tapi kini yang difokuskan adalah air. Jika air yang ditemukan di asteroid-asteroid dapat diekstrak dan diuraikan di tempat sehingga menjadi oksigen cair dan hidrogen cair yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, biaya perjalanan ruang angkasa akan berkurang dari biaya awal yang seharusnya. Pengolahan bahan bakar tersebut dilakukan di depot bahan bakar yang kemudian dapat digunakan oleh satelit ataupun pesawat antariksa yang mengorbit bumi.

Satelit DSI akan diluncurkan

NASA memiliki proyek yang menempatkan astronot dalam kurun kurang dari satu dekade di asteroid dan di Mars pada tahun 2030-an. Dan itu akan memakan biaya yang tinggi. Padahal ini adalah jalan yang mungkin akan bisa menyelamatkan manusia - yakni jika kita bisa belajar cara menghentikan asteroid besar menabrak bumi.

Asteroid schlägt auf Erde ein

Asteroid menumbuk bumi.

"Kami adalah pemimpi," demikian tertulis di situs web Deep Space Industries (DSI), di samping gambar stasiun metal berbentuk semacam roda yang tampak seperti terhubung ke batu apung raksasa. Perusahaan yang berbasis dari AS itu membuat langkah-langkah kecil dalam 'perjalanan panjang' untuk mengembangkan sumber daya ruang angkasa.

Pada awal tahun 2016, satelit eksplorasi pertama dari DSI itu - yang ukurannya lebih kecil dari alat pemanggang roti - akan dipasang pada roket yang membawa muatan lain dan mulai mengintai batu yang cocok.

Pada tahun yang sama, perusahan lain yang berbasis di AS, Planetary Resources, berharap dapat meluncurkan langkah perburuan asteroid yang tepat.

Firma Planetary Resources will Schätze im Weltraum heben

Seminar yang diadakan Planetary Resources

Asteroid-asteroid ini tergantung lebih rendah dari tata surya," kata Eric Anderson, seorang insinyur luar angkasa Amerika dan salah satu pendiri Planetary Resources, perusahaan yang disokong Larry Page dari Google dan milyader perusahaan Virgin, Richard Branson.

Ikuti lanjutan artikel perburuan sumber daya antariksa ini di laman berikut.