1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Lingkungan

Memusnahkan B3 Dengan Suhu Tinggi

Jerman mengoperasikan instalasi pembakaran sampah khusus paling modern di Brunsbüttel, untuk memusnahkan ribuan ton bahan kimia paling beracun dan berbahaya yang dapat merusak lingkungan.

Pestisida, asam keras, bahan pengencer cat, sisa cat, akku mobil, sampah rumah sakit yang penuh bibit penyakit, obat-obatan kadaluarsa atau bangkai binatang, semua dibakar di instalasi pembakaran sampah beracun dan berbahaya SAVA.

Pengelola instalasi di Brunsbüttel itu menargetkan emisi separuhnya dari nilai ambang batas aman lembaga penentu emisi Jerman. Sejauh ini, emisi dari instalasi pembakaran sampah berbahaya dan beracun itu, jauh di bawah separuh ambang batas aman.

SAVA menggunakan proses kimiawi untuk menguraikan sampah beracun dan berbahaya. Diketahui, sampah beracun dan berbahaya sebagian besar terbagi dalam dua kategori, organik atau anorganik.

Suhu tinggi memecah ikatan organik

Yang termasuk sampah organik, antara lain minyak, pestisida, bahan pelarut atau cat. Ikatan organik yang paling stabil dan sulit dipecah antara lain Polychlor Byphenil (PCB), Chloro-Fluor-Carbon (CFC) serta Hexachlor-benzol.

Untuk mengurai ikatan organik yang stabil itu, senyawa dipanaskan pada suhu setinggi lebih 1100 derajat Celsius. "Hanya dalam waktu sekitar dua detik, senyawanya akan terurai", kata pakar kimia Martin Kemmler, pimpinan instalasi pembakaran sampah khusus di Brunsbüttel itu. "Molekul semacam itu, terurai total pada temperatur setinggi lebih 1100 derajat Celsius", tambahnya.

Agar bahan beracun dan berbahaya itu terbakar dengan sempurna, pembakaran dilakukan dalam instalasi pembakaran khusus berbentuk tong raksasa yang dapat berputar. Dengan begitu, sampahnya dapat tercampur dengan baik dan bisa diimbuhi udara yang mengandung oksidan kadar tinggi. Dengan begitu, dapat berlangsung pembakaran pada suhu amat tinggi .

Infografik Sondermüllverbrennung 1 Bildgalerie

Grafik pembakaran bahan beracun dan berbahaya. Mula-mula sampah dibakar dan gas buang dilewatkan ke kamar pembakaran kedua.

Selain itu, terdapat kamar pembakaran tahap kedua, yang menjamin pembakaran total seluruh sampah beracun dan berbahaya itu. Gas buang yang terbentuk, nyaris tidak mengandung lagi senyawa organik berbahaya seperti Dioxin atau Furan.

Para teknisi juga menggunakan teknik khusus, agar gas beracun dan berbahaya tidak terbentuk, pada saat gasnya mendingin. Yakni dengan cara menurunkan secara tiba-tiba temperatur gas panas ke kisaran 70 hingga 80 derajat Celsius dalam instalasi khusus yang disebut Quench.

Proses panjang mengurai racun anorganik

Setelah ikatan organik diuraikan, unsur-unsur kimia anorganik seperti Fluor, Brom dan Chlor dipisahkan dari gas buang. Caranya disebut sebagai "mencuci". Dari ion beragam unsur, dipisahkan asam anorganiknya dan dinetralkan dengan kapur.

Dari proses itu terbentuk cairan suspensi unsurnya, yang kemudian dimasukan ke dalam instalasi penguapan. Di sini, air pelarut unsurnya diuapkan, sehingga tersisa ikatan garam Kalsium-Fluorida, Kalsium-Bromida atau Kalsium-Chlorida. Garam kalsium ini akan dipisahkan dalam filter elektroik. Produk akhirnya adalah serbuk kering unsurnya yang tidak berbahaya.

Infografik Sondermüllverbrennung 2 Bildgalerie

Gas buang amat panas kemudian didinginkan secara tiba-tiba agar tidak terbentuk unsur beracun Dioxin dan Furan.

Proses pembersihan gas buang itu, terus berlanjut, dengan mengalirkannya melewati senyawa Kalsium-Hydroxid. Fungsinya adalah untuk memisahkan Belerang-Dioksida SO2, yang kemudian diokisdari menjadi Sulfit atau SO3 yang segera bereaksi menjadi asam belerang. "Reaksi lebih lanjut dari asam belerang dengan ion Kalsium akan membentuk senyawa Kalsium-Sulfat yang lazim disebut Gips", ujar Kemmler.

Setelah proses pembersihan ini, masih tetap terdapat sedikit jejak unsur organik dan anorganik berbahaya dalam gas buang. Termasuk diantaranya unsur logam berat Merkury atau air raksa. Semua unsur berbahaya itu selanjutnya diikat dengan filter unsur arang aktif.

Gas buang sisanya hanya tinggal Nitrogen Oksida Nox yang kemudian akan dinetralkan menggunakan katalisator yang selalu disemprot uap amoniak. Reaksi antara nitrogen oksida dengan Amoniak, menyisakan unsur nitrogen yang tidak berbahaya.

Dari senyawa beracun dan berbahaya pada akhir proses, hanya tersisa gas karbondioksida, uap air dan nitrogen. Endapan logam dapat didaur ulang, sementara garam kalsium termasuk gips dapat dibuang ke tempat pembuangan sampah biasa.

Infografik Sondermüllverbrennung 3 Bildgalerie

Bahan beracun anorganik difilter dan direaksikan dengan Kalsium agar terbentuk garam tidak beracun.

Penyortiran awal

Instalasi pembakaran sampah beracun dan berbahaya itu menuntut proses penyortiran awal yang juga harus cermat. Terutama pada saat pengangkutan, penanganan dan penyimpanan sampah sebelum dibakar. Misalnya sampah rumah sakit yang berisi bibit penyakit, tidak boleh ditumpahkan begitu saja ke oven pembakaran. Melainkan tong plastik tertutup itu, harus diangkut dengan lift khusus ke dalam oven pembakaran.

Juga tong-tong berisi sampah beracun dan berbahaya, juga  tidak secara serampangan dimasukan ke dalam oven pembakaran. "Semua dilakukan secara sistematis, agar emisi belerang dioksida misalnya, tetap dipertahankan pada tahapan konstan", kata Markus Gleis pelindung lingkungan yang mewakili jawatan pelindung lingkungan Jerman, mengawasi pembangunan instalasi pembakaran sampah khusus itu.

"Karena itu penanganan  sampah semacam itu tidak boleh sembarangan. Dituntut keahlian dari pekerja maupun kesiapan teknik instalasinya, untuk mencegah emisi yang tidak konstan", tegas petugas pelindung lingkungan itu.

SAV memiliki laboratorium riset sendiri, untuk menjamin, hanya sampah beracun dan berbahaya yang dibakar di instalasi itu, dan emisinya tetap berada di bawah ambang batas. "Semua sampah yang dibawa ke sini, diperiksa dengan perangkat Röntgen khusus", kata pemimpin laboratorium Hans Keulen.

Di laboratorium juga ditetapkan komposisi pembakaran sampah harian, meliputi volume sampah padatan, limbah cair, titik lebur serta kadar racunnya. Dengan begitu, ambang batas emisi yang jauh lebih ketat, dapat tetap tercapai. Juga temperatur kerja instalasi tetap pada suhu yang tepat, agar pembakaran sampah khusus itu dapat beroperasi sepanjang hari, selama berbulan-bulan tanpa berhenti.