1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Memburu Jupp Heynckes

Sempat dijuluki sebagai pelatih "gaya kuno", Heynckes tetap menjadi pelatih yang paling dihormati dan diincar oleh klub-klub dunia. Hingga kini, ia masih belum mengungkap rencananya setelah meninggalkan Bayern München.

Schalke, Athletic Bilbao, Real Madrid, Barcelona, atau bahkan timnas Jerman? Setiap hari ada nama klub baru yang dikatakan menjadi calon tujuan Jupp Heynckes setelah ia resmi berhenti menjadi pelatih Bayern München di akhir musim ini.

Hal yang sebenarnya bertentangan dengan berita dari kubu Bayern yang "menekankan" bahwa Heynckes akan pensiun dari sepakbola saat Pep Guardiola mengambil alih jabatannya.

Keputusan di Tangan Heynckes

Heynckes adalah pelatih tertua yang pernah meraih gelar juara Bundesliga. 50 tahun berkarir di sepakbola dengan hampir 1500 pertandingan, 1000 di Bundesliga, sebagai pelatih dan pemain. Heynckes mungkin akan pergi dari Bayern setelah melewati musimnya yang paling sukses.

Jika Bayern bisa mengalahkan Stuttgart di final Piala Jerman, seperti yang sudah-sudah di Bundesliga musim ini, maka dua gelar sudah pasti menjadi milik FC Hollywood. Ujian terberat adalah upaya Heynckes memenangkan gelar Liga Champions yang kedua dalam karirnya sebagai pelatih.

Jungkir Balik di Bundesliga

Heynckes sebenarnya sudah pensiun, saat diminta Bayern München untuk menyelamatkan klub yang 'gagal' di bawah kepemimpinan Jürgen Klinsmann di tahun 2009. Empat dari lima pertandingan berhasil ia menangkan sebagai pelatih sementara dan memastikan posisi Bayern sebagai runner up klasemen Bundesliga.

Bundesliga 2013 Fußball Eintracht Frankfurt gegen FC Bayern München

Heynckes bawa Bayern jadi juara Bundesliga 2012/2013

Gairahnya untuk melatih kembali bangkit. Heynckes beranjak ke Bayer Leverkusen, sementara Bayern memulai masa penuh ketegangan bersama pelatih asal Belanda Louis van Gaal. Bayern gagal mencapai puncak yang didominasi Borussia Dortmund.

2011, Heynckes kembali berada di München. Setahun setelah membangun tim, ia memposisikan Bayern sebagai klub yang ditakuti. Prestasi spektakuler Bayern musim ini sebenarnya tidak mengherankan jika menilik sejarah karir Heynckes sebagai pemain. Ia tetap menjadi striker Jerman ketiga yang paling produktif sepanjang masa. Di Bundesliga ia mencetak 220 gol dan meraih empat gelar juara bersama Borussia Mönchengladbach di tahun 70an.

Dipecat Setelah Menang

Sebagai pelatih, Henyckes sering terancam dipecat, walau mencapai prestasi maksimal bersama klubnya. Tahun 1998 ia meraih gelar juara Liga Champions bersama Real Madrid. Namun, setelahnya ia disingkirkan untuk membuka jalan bagi pelatih Guus Hiddink yang saat itu lebih muda, lebih segar dan lebih terkenal.

Situasi yang sama dihadapi Heynckes kali ini. Akankah kali ini ia benar-benar mundur dari dunia sepakbola dan pensiun? Tidak ada yang bisa menjawabnya kecuali Heynckes sendiri. Yang jelas ia sudah menolak posisi sebagai dewan penasehat di Bayern München. "Setelah 50 tahun sebagai pemain dan pelatih, saya tidak akan menjadi fungsionaris. Ini bukan dunia saya."

Laporan Pilihan