1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Memburu Bakteri, Menyehatkan Dunia

Peneliti besar yang memperlajari hal kecil, mungkin itu salah satu cara menggambarkan Robert Koch, penemu baksil penyebab infeksi limpa dan bakteri tuberkulosa

default

Sebuah gambar dari ROBERT KOCH (1843-1910) meneliti penyakit kuku dan mulut di Afrika

Robert Koch adalah seorang dokter dan ahli mikrobiologi asal Jerman yang hidup di pergantian abad ke 20. Lahir di tahun 1843, Robert Koch meninggal dunia pada 27 Mei 1910.

Koch meneliti hubungan antara bakteri dan virus penyebab infeksi dan proses penularan penyakit. Ia mengupas permasalahan yang terkait dengan kebersihan dan penyebaran bakteri. Hasil penelitiannya tidak saja meningkatkan masa hidup seorang warga Jerman, melainkan memperbaiki kesehatan masyarakat dunia. Selain itu, merupakan landasan untuk pengembangan cabang ilmu pengetahuan yang disebut bakteriologi dan mikrobiologi

Saat pecahnya perang antara Jerman dan Perancis di tahun 1870, Koch telah lama bekerja sebagai dokter bedah. Usai perang itu, ia mengisi jabatan sebagai dokter regional di propinsi Posen. Di sanalah ia mulai mempelajari biologi berbagai jenis bakteri. Pada saat itu mikroskop elektron belum ditemukan, karenanya benda hidup terkecil yang dapat dilhat adalah bakteri. Ia menemukan apa yang kini disebut sebagai baksil penyebab infeksi limpa. Koch kemudian membeberkan proses penyebaran spora baksil ini dalam karya keilmuannya yang pertama, diterbitkan 1876.

Robert Koch kemudian dipanggil ke Berlin dan mendapat kesempatan memimpin sebuah laboratorium baru yang dibangun khusus untuk penelitian bakteri. Di sanalah ia berhasil membuktikan proses terjadinya penyakit tuberkulosa, atau TBC. Dalam bukunya "Aetiologie der Tuberkulose" atau “Asal Usul Tuberkulosa”, Koch untuk pertama kalinya mengidenitfikasi perkembangan mikro organisme yang menyebabkan penyakit itu. Penelitian mengenai bakteri tuberkulosa ini menghasilkan hadiah Nobel 1905 baginya.

Masa pergantian ke abad 20 merupakan era penelitian yang  penuh diwarnai dengan kisah penemuan. Robert Koch adalah sosok yang menggambarkan zamannya. Seperti para ilmuwan lainnya, Koch juga melakukan perjalanan pribadinya untuk mengerti bagaimana proses penularan dan penyebaran penyakit. Untuk itu Koch berkunjung ke Mesir dan India guna meneliti bakteri kolera. Kemudian di Zimbabwe ia meneliti penyakit ternak "mulut dan kuku". Ia juga mendatangi Italia, Afrika Timur dan Indonesia untuk meneliti nyamuk malaria. Selain itu, ia menemukan metoda pengembangbiakan bakteri, yang kini masih digunakan dalam mikrobiologi.

Robert Koch sampai kini dianggap sebagai pelopor ilmu kedokteran tropis modern dan mikrobiologi. Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Hari Tuberkulosa  pada tanggal 24 Maret, hari di mana Robert Koch menyampaikan hasil penemuannya mengenai bakteri tuberkulosa.  „Institut Kerajaan Prusia untuk penyakit-penyakit menular“ yang dulu ia dirikan di Berlin, kini diberi nama Institut Robert-Koch.

Helle Jeppesen/Edith Koesoemawiria
Editor: Hendra Pasuhuk