1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Membagi Ilmu Menuai Tanda Jasa

Kecintaan Herwig Zahorka (ka.) pakar pemetaan Jerman terhadap Indonesia menelurkan sejumlah buku, artikel ilmiah dan juga tanda penghargaan dari Presiden Jerman untuk jasanya memajukan kerjasama Jerman-Indonesia.

Membagi ilmu, menjaga kelestarian hutan tropis di Indonesia dan memperkenalkan kekayaan etno-budaya Nusantara membuahkan penghargaan bergengsi untuk Herwig Zahorka. Pensiunan direktur jawatan kehutanan negara bagian Hessen di Wiesbaden yang bermukim di Indonesia sejak 1995 dianugerahi bintang tanda jasa Republik Federal Jerman Verdienstkreuz am Bande.

Tanda jasa ini dianugerahkan oleh presiden Jerman atas jasa Zahorka memajukan kerjasama Jerman-Indonesia dan diserahkan oleh dutabesar Jerman untuk Indonesia, Dr.Georg Witschel di Jakarta bulan Januari lalu.

Zahorka datang pertama kali ke Indonesia tahun 1976 sebagai pakar dari lembaga kerjasama teknik Jerman-GTZ untuk melaksanakan proyek pemetaan hutan di Sumatra dan Kalimantan. Target proyek saat itu adalah mempertahankan kelestarian hutan dan biodiversitas di dua pulau tersebut. Kecintaannya akan Indonesia, kemudian membuahkan 4 buku tentang Indonesia, khususnya hutan tropis serta urbanisasi di Kalimantan.

Selain itu Zahorka yang kini tinggal di kota hujan Bogor bersama istrinya yang asal Padang dan dua anaknya, juga menulis sebuah buku mengenai sejarah kerajaan Sunda di Jawa Barat khususnya yang berpusat di sekitar Bogor yakni kerajaan Tarumanagara hingga kerajaan Pakuan. Buku terbarunya yang saat ini sedang naik cetak adalah tentang kearifan tradisional warga Siberut dalam melestarikan hutan tropis di pulau tersebut.

Herwig Zahorka yang lahir 1932 di Wallern di kawasan Böhmerwald juga tergolong penulis jurnal ilmiah yang produktif. Ia telah menulis lebih 250 artikel terkait tema budaya, arkeologi, etnobotani dan ekologi di Jerman, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Australia dan Amerika Serikat. Pada tahun 2006 ia menjadi inisiator bagi monumen budaya Jerman di kebun raya Bogor untuk mengenang pakar botani Jerman C.G.K Reinwardt yang membangun kebun raya itu tahun 1817.

Laporan Pilihan