1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Media dan Oposisi Suriah Kecewa

Media dan oposisi Suriah kecewa dengan sidang darurat Jenewa. Para menteri luar negeri Kelompok Aksi sepakat diadakannya transisi kekuasaan di Suriah, namun kesepakatan itu tak jelas mengenai masa depan Presiden Assad.

default

Kofi Annan

Media maupun kelompok oposisi Suriah memandang kesepakatan yang diambil oleh para menteri luar negeri negara-negara Kelompok Aksi yang terdiri dari kekuatan global dan regional, sebagai sebuah kegagalan. Di antaranya, hari Minggu (01/07) harian Al-Baath yang menyebut „Sidang Jenewa Gagal“. Kesepakatan yang diambil serupa dengan kesepakatan sebelumnya di Dewan Keamanan PBB, dimana sikap masing-masing pihak masih keras dengan pandangannya sendiri-sendiri. Sementara LCC yang mengorganisir gerakan protes menyatakan hasil sidang tersebut hanya akan memberi kesempatan lagi bagi Presiden Basyar al Assad untuk melakukan kekerasan lebih lanjut.

annan genf syrien

Annan diapit menlu Rusia Sergey Lavrov (kanan) dan sekjen PBB Ban Ki Moon (kiri)

Sepakat, Namun Masih Tak Jelas

Para menteri luar negeri global dan regional sepakat dengan prinsip-prinsip rencana pengalihan kekuasaan. Namun masih banyak persoalan yang belum terpecahkan. Misalnya transisi ini memberi kesempatan pada kelompok oposisi dan dapat melibatkan para anggota pemerintahan yang berkuasa sekarang, namun bagaimana dengan Presiden Basyar al Assad? Negara barat tak menginginkannya lagi duduk di pemerintahan baru, namun Rusia masih bersikukuh bahwa masa depan pemerintah Suriah harus diputuskan oleh sebuah dialog di antara rakyat Suriah sendiri.

Seruan Keras Annan

Sebelumnya mediator internasional untuk Suriah, Kofi Annan memohon pada negara adi daya untuk bersatu demi terciptanya perdamaian bagi Suriah, termasuk dalam rencana transisi kepemimpinan di negara itu.

Dalam pidato pembukaan rapat menteri luar negeri di Jenewa, hari Sabtu (30/06), utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan menandaskan kekisruhan di Suriah dapat menjalar ke kawasan sekitarnya ataupun terperosok ke dalam konflik internasional, apabila tidak diselesaikan, “Kita harus menyepakati panduan dan prinsip-prinsip transisi kepempinan Suriah guna memenuhi aspirasi sah rakyat Suriah.“

Genf Syrien Konferenz Kofi Annan

Kofi Annan

Adi Daya Juga Bertanggung Jawab

Annan memperingatkan negara-negara adi daya bahwa mereka akan bertanggungjawab atas kematian rakyat Suriah, apabila gagal dalam mencapai kesepakatan yang bertujuan untuk mengakhiri kekerasan di negara itu, “Rakyat Suriah menajdi korban terbesar, dan kematian mereka akan menjadi konsekuensi yang bukan semata karena tindakan para pembunuh, melainkan juga karena ketidakmampuan Anda-anda sekalian dalam menjembatani perbedaan,“ tandasnya di hadapan para menteri luar negerai yang berhimpun hari Sabtu (30/06) dalam sidang darurat di Jeneva.

(L-R) U.S. Secretary of State Hillary Clinton, Russia's Foreign Minister Sergei Lavrov, British Foreign Minister William Hague, France Foreign Minister Laurent Fabius, Chinese Foreign Minister Yang Jiechi and Joint Special Envoy of the United Nations and the Arab League for Syria Kofi Annan wait for the start of the meeting of the Action Group on Syria at the United Nations European headquarters in Geneva June 30, 2012. REUTERS/Denis Balibouse (SWITZERLAND - Tags: POLITICS CIVIL UNREST)

Genf Konferenz Syrien

Silang Pendapat

Sidang darurat di Jenewa diwarnai perbedaan pandangan atas usulan perubahan politik di Suriah yang tidak memasukkan nama Presiden Suriah Basyar al-Assad. Baik Amerika Serikat maupun negara-negara Eropa dan sekutu Arab tidak melihat adanya jalan keluar bila kekuasaan masih berada di tangan Presiden Basyar al Assad. Sebaliknya Rusia, menolak pemaksaan mundur bagi Assad.

afp/rtr/dpa/AP