1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Masalah Pengungsi, Italia-Perancis Tegang

Pihak berwenang Itali memberikan ijin tinggal sementara bagi para pengungsi. Dengan ijin tersebut, secara teoritis mereka berhak untuk mengunjungi negara negara lain yang tergabung dalam Schengen.

default

Pengungsi Tunisa yang berhasil mencapai Pulau Lampedusa, Italia

Akhir pekan lalu merupakan hari hari berat bagi kota Ventimiglia di Italia. Drama pengungsi tidak hanya terjadi di selatan Italia namun juga berlangsung di barat daya negara itu.Ventimiglia di perbatasan Perancis menjadi kota harapan. Ratusan pengungsi asal Tunisia telah berhasil mencapai kota ini, dengan harapan dapat hidup di Perancis atau di negara Uni Eropa lainnya. Lokasi penampungan dengan kapasitas 150 orang, yang telah disiapkan beberapa minggu sebelumnya, tidak cukup lagi.

Pihak berwenang Italia memberikan ijin tinggal sementara bagi para pengungsi. Dari sekitar 400 pengungsi, yang telah mengajukan permohonan, lebih dari 120 orang diantaranya telah mendapatkan kartu merah muda. Kartu ijin tinggal sementara ini berlaku untuk 6 bulan, dan dengan kartu ini, secara teoritis, pemiliknya dapat bepergian ke negara-negara anggota Schengen.

Pihak berwenang Perancis memiliki pandangan lain. Perancis menuntut bukti tambahan dari para pengungsi, bahwa mereka punya cukup uang. Di perbatasan Perancis rel-rel kereta api diblokir dan semua kereta menuju Perancis dihentikan untuk pemeriksaan

Bagi Walikota Ventimiglia Gaetano Scullino ini merupakan tamparan keras, "Ini merupakan hari blokade. 14 kereta api yang melayani rute Ventimiglia - Perancis mengalami pembatalan perjalanan. Kita lihat hari Senin ini (18/04), apakah pihak berwenang Perancis sudah dapat menerima ijin tinggal semetara atau mereka masih punya pertanyaan lain."

Terlepas dari ijin tinggal, hanya sedikit dari pengungsi yang berhasil melintasi perbatasan. Para aktivis hak asasi manusia dari Italia dan Perancis mengadakan aksi protes spontan di depan kantor konsulat Perancis, yang berada dekat stasiun kereta api.

Situasi di perbatasan ini memicu ketegangan antara Italia dan Perancis. Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini telah mengajukan protes resmi atas blokade jalur kereta api tersebut. Menteri Dalam Negeri Italia Roberto Maroni juga menegaskan kritiknya terhadap kurangnya perhatian negara-negara Uni Eropa terhadap gelombang pengungsi asal negara-negara Afrika Utara.

Selain itu, Maroni juga membela kepentingan Italia, "Kami bergerak dengan peraturan Uni Eropa. Kami memberi para pengungsi dokumen perjalanan dan semua yang dibutuhkan. Ini diakui Komisi Uni Eropa yang pernah mengatakan bahwa Italia tunduk bertindak sesuai perjanjian Schengen. Sehingga semua orang memiliki kebebasan untuk bepergian, dengan memiliki ijin tinggal sementara dan ingin pergi ke Perancis."

Jan-Christoph Kitzler/Miranti Hirschmann

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan