1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Mantan Presiden Brasil "Lula" da Silva Divonis 9,5 Tahun Penjara Atas Tuduhan Korupsi

Mantan presiden Brazil Luiz Inacio "Lula" da Silva dijatuhi hukuman penjara karena membiarkan korupsi berkembang dan mengeruk keuntungan pribadi, kata majelis hakim.

Lula, panggilan populer mantan Presiden Brasil Luiz Inacio da Silva, dijatuhi hukuman penjara 9,5 tahun oleh sebuah pengadilan Brasil hari Rabu (12/7). Atas putusan itu, Lula bisa mengajukan naik banding. Hakim di pengadilan kota Curitiba, Sergio Moro menyatakan, Lula masih bebas dan tidak ditahan sampai pengadilan banding memutuskan kasus ini.

Lula didakwa menerima suap dari perusahaan konstruksi berupa renovasi sebuah apartemen pantai di Guaruja di Pantai Atlantik. Sebagai gantinya, Lula ikut memenangkan tender untuk perusahaan konstruksi itu dalam proyek-proyek Petrobras, perusahaan minyak milik negara. Lula membantah tuduhan itu. Apartemen yang dimaksud memang tidak tercatat atas namanya.

Kasus tuduhan tersebut merupakan bagian dari penyidikan skandal yang dikenal sebagai "Lava Jato" (Operasi Cuci Mobil) yang mengguncang elit politik di Brasil.

Luiz Inacio da Silva adalah pendiri Partai Buruh Brasil, PT, yang kemudian melejit menjadi tokoh politik paling populer di Amerika Selatan. Awal tahun ini dia masih mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri lagi dalam pemilihan presiden berikut. Jajak pendapat terbaru menunjukkan, tokoh ini masih sangat populer dan bisa merebut 30 persen dukungan pemilih.

Lula sampai sekarang tetap bebas berkampanye, sampai pengadilan banding di Porto Alegre memutus perkaranya. Dia sendiri mengatakan, penuduhnya "tidak memiliki (bukti) apa-apa" dan balik menuduh kasus itu sengaja dicuatkan oleh lawan-lawan politik untuk mengganjalnya.

Brasil belakangan memang dilanda skandal korupsi sepaktakuler. Pengganti Lula, Dilma Rousseff, tahun lalu dicopot dari jabatannya karena dianggap melanggar undang-undang anggaran dan terlibat kolusi. Rousseff sekarang mengeritik vonis terhadap Lula sebagai "bermotif politik".

"Lula tidak bersalah dan keputusan ini melukai demokrasi secara mendalam," katanya dalam sebuah pernyataan. "Orang-orang Brasil tahu bagaimana menyelamatkan (negara ini) secara demokratis pada (pemilu) 2018," kata Dilma Rousseff.

Brasilien - Korruptionsskandal - Michel Temer (Getty Images/AFP/A. Anholete)

Presiden saat ini, Michel Temer, juga sedang terkena kasus korupsi

Penggantinya Rouseff, presiden Brasil saat ini Michael Temer, juga sedang terkena tuduhan korupsi. Anggota parlemen Brasil dalam beberapa minggu ini akan memutuskan, apakah imunitasnya harus dicabut untuk memungkinkan penyidikan.

Selama menjabat sebagai presiden Brasil, Lula da Silva berhasil melakukan modernisasi perekonomian Brasil dan memperbaiki kondisi kehidupan jutaan orang miskin Brazil melalui program-program pemerintah. Dia juga punya hubungan baik dengan kalangan bisnis dan perbankan.

Di kawasan miskin Brasil, Lula masih sangat populer. Sebagai presiden, Lula juga berhasil membawa Brasil ke panggung diplomasi dunia menjadi kekuatan ekonomi dan politik yang dihormati dan disegani.

hp/rn (dpa, afp, rtr)

 

Laporan Pilihan