1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Malam Panjang Museum di Köln

Masyarakat Jerman menghabiskan Sabtu Malam atau Malam Minggu bersama kawan, mengunjungi konser, ke bioskop atau bersantai di rumah. Namun sekali dalam setahun ada pilihan unik lain yakni mengunjungi museum di malam hari.

default

Gereja Kota Köln, Kölner Dom, lambang kota Köln

Baru-baru ini, 45 museum di kota Köln membuka pintunya hingga menjelang pagi hari dengan lebih dari 300 pertunjukan. Dalam penyelenggaraan malam panjang di museum tidak hanya barang-barang seni yang bisa disaksikan melainkan juga pertunjukan panggung band serta ulasan pakar. Mereka yang masih bingung bergerak dari mana, biasanya mulai dari simbol kota, museum Kölner Dom.

Lantai dasar Katedral Dom bergaya Gotik menjadi tempat yang banyak dikunjungi. Museum itu didapatkan melalui penggalian setelah Perang Dunia II. Dari penggalian itu ditemukan pula sisa-sisa katedral dari zaman Karolinger sekitar 800 tahun lalu.

Mengenal Museum Baru

Deutschland Kölner Dom 837

Museum Ludwig Köln

Karya seni tidak dipamerkan di museum Dom. Tetapi di sebuah sudut tidak jauh dari situ ada museum Ludwig. Di museum Ludwig terdapat benda-benda seni klasik hingga moderen dan kontemporer. Ada juga beberapa koleksi benda seni Pop disertai pertunjukan musik pop, minuman dan cemilan.

Tahun 2011 ini, sekitar 20 ribu pengunjung datang mengunjungi berbagai museum di malam panjang museum kota Köln. Dari jajak pendapat, penyelenggaraan yang sama tahun 2010 menunjukkan, sekitar 90 persen pengunjung museum malam mengunjungi museum yang belum mereka kenal. Meski demikian, pihak penyelenggara belum yakin apakah program yang terkait museum ini bisa terus diselenggarakan.

Mampu Bersaing

Wallraf Richartz Museum Köln

Museum Wallraf Richartz

Urban Armborst, penanggung jawab penyelenggaraan malam panjang di museum yakin akan kehandalan konsep yang sudah dijalankan. "Benda yang dipajang harus selalu aktual. Museum adalah wadah budaya dan berupaya agar bentuk budaya yang ditawarkannya diterima oleh masyarakat. Museum harus bisa bersaing dengan kegiatan orang di waktu luang, pendidikan dan hiburan-hiburan lain."

Tidak jauh dari museum Ludwig, ada museum Wallraff-Richartz yang memamerkan lukisan-lukisan pelukis, lukisan dewa-dewa dan para martir disertai pembacaan puisi dan sajak kepahlawanan dari delapan penyair muda.

Salah seorang dari pengunjung yang datang bersama keluarganya mendengarkan penyair-penyair muda itu dan  menikmati karya lukis dari pelukis termasyhur berkomentar, "Menurut saya, itu bagian dari sebuah pertunjukan meski bukan harapan utama pengunjung. Nampaknya semua menjadi lebih santai."

Franziska Schmidt/Rara Tauchmann                                                                                  Editor: Hendra Pasuhuk