1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Makin Banyak Orang Tinggal Sendiri di Jerman

20 persen penduduk Jerman hidup sendiri. Dengan jumlah penduduk 81 juta juta jiwa, angka tersebut meliputi 16 juta jiwa. Dan penduduk yang tinggal sendiri ini punya risiko sosial yang tinggi.

Selama ini dalam berbagai situs pencari jodoh, Berlin sering diproklamirkan sebagai "ibukota para single" di Jerman. Tapi tampaknya julukan Berlin sebagai "Ibukota para Single" di Jerman kurang tepat. Karena persentase tertinggi orang yang tinggal sendiri di Jerman adalah di Hannover. 33 persen jumlah penduduk di ibukota negara bagian Niedersachsen itu hidup sendirian di tempat tinggalnya.

Ini adalah hasil sensus mikro paling baru. Satu tahun sekali Jawatan Statistik Jerman menanyai jumlah tertentu penduduk Jerman berdasarkan situasi kehidupannya dan menilainya berdasarkan berbagai aspek. Tahun 2012 ini Jawatan Statistik Jerman terutama menyoroti situasi kehidupan mereka yang tidak tinggal dengan orang lain di tempat kediamannya. Hasilnya dipublikasikan dengan judul "Mereka yang tinggal sendiri di Jerman".

Symbolbild Single Haushalt Haushaltsarbeit bügeln Bügelseisen Bügelbrett Hausarbeit Alleinstehend 33241486

Simbol gambar rumah tangga tunggal

Tahun 2011 sebanyak 15,9 juta orang di Jerman tinggal sendiri. Angka ini mencakup 20 persen penduduk yang berusia di atas 18 tahun. Di Eropa hanya Swedia yang memiliki angka lebih tinggi untuk penduduk yang tinggal sendiri.

Tidak Menguntungkan Tapi Terus Meningkat

Setidaknya dari sisian pengamat statistik, tidak banyak keuntungan dari tinggal sendiri. Mereka yang tinggal sendiri membayar sewa apartemen lebih tinggi, sering kali menganggur dan memiliki risiko kemiskinan lebih tinggi dibanding orang yang memiliki keluarga atau memiliki pasangan. Meskipun demikian tingkat persentase orang yang tinggal sendiri di Jerman meningkat dari tahun ke tahun. 20 tahun lalu sekitar14 persen dari jumlah penduduk, jadi sepertiga lebih rendah dibanding saat ini. Jumlah orang tinggal sendiri di Jerman baik pria maupun perempuan dan pada setiap kelompok umur meningkat.

Kelompok terbesar di antara mereka yang hidup sendiri, tidak memilih sukarela kondisi kesendirian tersebut. Dengan jumlah lebih dari 4 juta, perempuan di atas usia 65 tahun adalah kelompok terbesar diantara mereka yang hidup sendiri. Kebanyakan dari mereka adalah janda.

restaurant © olly #13420198

Perempuan single, di Jerman sudah biasa

Disusul dengan meningkat tajamnya jumlah pria yang berusia antara 35-64 tahun. Sebanyak 3,8 juta penduduk Jerman dalam kelompok usia ini, tinggal sendiri. Lebih dari separuhnya merupakan "pria bujangan", jadi sama sekali belum pernah menikah. 20 tahun lalu posisi kelompok ini masih ditempati oleh mereka yang bercerai atau yang pasangannya meninggal.

Demikian dikatakan Roderich Egeler, Ketua Jawatan Statistik Jerman. "Di sini menunjukkan bahwa pernikahan sebagai bentuk kehidupan, seiring perjalanan waktu makin kehilangan maknanya." Sebuah angka yang di kalangan pria lebih muda jauh lebih menonjol. Persentase pria yang menikah sejak tahun 1996 berkurang hampir separuhnya.

Hidup Sendiri Bukan Berarti Single

Roderich Egeler, Präsident des Statistischen Bundesamtes, am 27.10.2008 während eines Redaktionsgesprächs in Frankfurt am Main. Egeler ist seit Anfang August neuer Präsident des Statistischen Bundesamtes. Zuvor war er im Bundesinnenministerium für das Beschaffungsamt verantwortlich. Foto: Uwe Anspach dpa +++(c) dpa - Report+++

Roderich Egeler

Mengapa begitu banyak orang tinggal sendiri, tidak dapat dijawab Egeler. Sensus mikro itu hanya meliputi data seperti status keluarga, besarnya rumah tangga, pendapatan atau situasi tempat tinggal. Tapi bagi para single yang berdasarkan data statistik tersebut menggencarkan pencarian partner di kota Hannover diminta berhati-hati. Karena data yang tercatat hanyalah berapa jumlah orang yang tinggal dalam satu rumah tangga. "Mungkin saja bahwa orang tinggal sendiri itu punya pasangan hidup atau bahkan punya anak, yang tinggal di rumah tangga lainnya." Demikian tutur Egeler.

Mathias Böllinger/Dyan Kostermans

Editor: Peter Stützle