1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Jelajah Jerman

Makin Banyak Migran Jadi Wiraswasta di Jerman

Makin banyak generasi pendatang di Jerman yang mendirikan perusahaan. Seperlima perusahaan baru di Jerman didirikan oleh para enterpreneur muda dari kalangan migran.

Mereka kebanyakan berusia muda, terutama pria, dan berani mengambil resiko. Makin banyak kalangan migran di Jerman menjadi wiraswasta dan mendirikan perusahaan, demikian laporan penelitian Bank Pembangunan Jerman, KfW, yang dirilis Jumat (22/08) di Frankfurt.

Para migran adalah "tonggak utama pendirian perusahaan di Jerman", demikian disebutkan laporan KfW. Mereka sering punya gagasan bisnis yang konkrit dan berhasil meluncurkan produk baru ke pasaran. Mereka sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Menurut catatan KfW, tahun 2013 ada sekitar 870.000 orang yang terjun menjadi wiraswasta. Sekitar 21 persen diantaranya berasal dari kalangan migran, baik yang sudah menjadi warganegara Jerman maupun yang memegang kewargenegaraan asing.

Sejak bertahun-tahun, pangsa kalangan migran yang menjadi pendiri perusahaan di Jerman terus meningkat. Kecenderungan kaum migran menjadi enterpreneur lebih tinggi dibandingkan angka rata-rata dari seluruh masyarakat Jerman.

Mengenal pasar

Warga migran juga menjadi pengusaha dalam usia jauh lebih muda. Sekitar 48 persen wiraswasta berlatar belakang migran berusia di bawah 30 tahun. Mereka kebanyakan langsung mendirikan perusahaan begitu menyelesaikan pendidikan.

Menurut penelitian KfW, 60 persen wiraswasta punya gagasan bisnis yang konkrit. Seperempat dari mereka terjun dalam usaha ekspor-impor. Para peneliti KfW menduga, keuntungan kaum migran adalah, mereka mengenal barang-barang dan pasar untuk berbagai produk impor yang berasal dari negara asalnya.

Kalangan migran terbesar yang tampil sebagai pendiri perusahaan di Jerman adalah warga Turki (21 persen), disusul warga Rusia (10 persen), Polandia (7 persen) dan Italia (5 persen).

Buka lapangan kerja

Kebanyakan enterpreneur migran bekerja dalam tim atau membuka lapangan kerja bagi warga yang lain. Dari tahun 2008 sampai 2013, sekitar 42 persen wiraswasta migran mempekerjakan pegawai. Artinya, mereka punya kontribusi penting dalam penciptaan lapangan kerja baru, demikian laporan KfW.

Tapi banyak juga yang gagal. Sekitar 21 persen bisnis yang dijalankan gagal dalam tahun pertama, sekitar 39 persen perusahaan harus ditutup pada tahun ketiga.

Namun menurut KfW, kegagalan bisnis tidak berhubungan langsung dengan kewarganegaraan para migran. Mereka memulai usaha pada usia relatif muda, karena itu banyak yang gagal dan mencoba usaha lain. Selain itu, banyak wiraswasta yang kemudian beralih menjadi pegawai, ketika mendapat tawaran yang menarik dari perusahaan lain.

hp/ap (dpa, afp)

Laporan Pilihan