1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Mahasiswa AS Yang Dibebaskan dari Korea Utara Meninggal

Otto Warmbier yang ditahan di Korea Utara selama 17 bulan meninggal di sebuah rumah sakit di Cincinnati hari Senin (19/6). Dia dibebaskan beberapa hari lalu dalam keadaan "koma", kata keluarganya.

Otto Warmbier, 22 tahun, ditangkap di Korea Utara saat berkunjung sebagai turis atas tuduhan berniat buruk pada negara Korea Utara. Mahasiswa Universitas Virginia itu menurut media Korea Utara dtangkap karena mencoba mencuri poster dengan slogan propaganda.

Minggu yang lalu dia dibebaskan Korea Utara "atas alasan kemanusiaan".

"Sayangnya, perlakuan mengerikan yang diterima putra kami di tangan Korea Utara memastikan bahwa tidak ada hasil lain yang mungkin terjadi selain hal menyedihkan yang kita alami saat ini," kata keluarganya dalam sebuah pernyataan hari Senin (19/6) setelah kematian Warmbier.

Keluarganya mengatakan, selama ditahan Warmbier mengalami koma pada sejak bulan Maret 2016, tak lama setelah dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa di Korea Utara.

Nordkorea - US-Student Otto Warmbier (picture alliance/dpa/MAXPPP)

Otto Warmbier ketika dihadapkan ke pengadilan di Pyongyang, 16 Maret 2016

Dokter di University of Cincinnati Medical Center yang terakhir merawatnya mengatakan Kamis lalu, Warmbier tidak menunjukkan tanda-tanda memahami percakapan atau menyadari. Dia juga tidak membuat "gerakan atau perilaku yang terarah," meskipun dia bisa bernapas.

Keadaan penahanannya di Korea Utara dan penanganan medis apa yang mungkin dia dapatkan di sana tetap menjadi misteri, namun keluarga mengatakan, kondisinya menunjukkan bahwa dia telah dianiaya secara fisik.

Perwakilan Korea Utara di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dihubungi media hari Senin tidak bersedia untuk memberi komentar.

Presiden A.S. Donald Trump mengirimkan pernyataan belasungkawa kepada keluarga Warmbier dan mengecam "kebrutalan rezim Korea Utara." Trump bulan Mei lalu sempat mengundang kritik saat mengatakan bahwa dia akan "merasa terhormat" untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

USA Nordkorea freigelassener US-Student erlitt neurologische Verletzung (Reuters/B. Woolston)

Warga lokal ketika menyambut kepulangan Otto Warmbier di bandara Cincinnati, 13 Juni 2017

"Jika saya merasa perlu bertemu dengannya, saya akan merasa terhormat untuk melakukannya," kata Trump dalam sebuah wawancara. "Dalam situasi yang benar, saya akan melakukan itu."

Ayah Otto, Fred Warmbier mengatakan minggu lalu, anaknya telah "dianiaya dan diteror" oleh pemerintah Pyongyang dan bahwa keluarga tidak percaya cerita Korea Utara bahwa anaknya telah jatuh dalam keadaan koma setelah terkena penyakit botulisme dan diberi obat tidur. Dokter yang memeriksa Otto Warmbier setelah pembebasannya mengatakan tidak ada tanda-tanda botulisme di tubuhnya.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan, AS meminta Korea Utara bertanggung jawab atas "pemenjaraan Warmbier yang tidak adil " dan meminta pembebasan tiga warga AS lainnya yang hingga kini masih ditahan Pyongyang.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara meningkat setelah negara itu melakukan lusinan peluncuran rudal dan ujicoba bom nuklir sejak awal tahun lalu yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB. Pyongyang juga menyatakan telah mengembangkan rudal balistik antarbenua yang mampu mencapai daratan AS.

 

Laporan Pilihan