1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Listrik Hijau 'Eiggtricity' di Pulau Terpencil Skotlandia

Pulau Eigg di Skotlandia adalah salah satu pulau pertama di dunia yang sepenuhnya mengandalkan energi terbarukan. Warga mengatakan kualitas hidup mereka meningkat dan tagihan listrik pun berkurang.

Sore hari yang cerah di pulau Eigg, lepas pantai bagian barat laut Skotlandia. Teriknya matahari menjadi kabar baik bagi Eddie Scott. Pakar listrik pulau ini mengawasi skema energi terbarukan pulau yang tergolong canggih.

“Sistemnya telah berjalan selama 5 tahun dan diperkuat oleh rata-rata 85 persen energi terbarukan dan 15 persen dari generator,” jelas Scott.

Sebelum diperkenalkannya ‘Eiggtricity,' begitu sebutan warga, suplai listrik pulau yang dihuni sekitar 100 orang ini datang dari generator diesel yang berisik, penuh polusi dan mahal untuk dioperasikan.

"Saya beli sebarel bahan bakar solar setiap bulan hanya untuk listrik 5 jam per hari,” tutur Scott kepada DW. “Sekarang listrik tersedia 24 jam dan saya hanya membayar 36 Euro per bulan.”

Kondisi sempurna

Bertengger di ujung Samudera Atlantik, Eigg mendapatkan cukup angin. Dari gardu dekat turbin angin dan panel surya, serangkaian kabel bawah tanah mengirim daya ke rumah-rumah di berbagai penjuru pulau. Untuk memastikan ada cukup energi untuk semua orang, warga tidak boleh menggunakan lebih dari 5 kW pada saat yang bersamaan. Untuk usaha, batasnya adalah 10 kW. Namun lebih seringnya justru menurut Eddie Scott, pulau Eigg memproduksi lebih banyak energi ketimbang yang dikonsumsi.

Kehidupan di Eigg menjadi sedikit lebih menarik

Kehidupan di Eigg menjadi sedikit lebih menarik

Skema suplai listrik mandiri bukanlah satu-satunya keunikan Eigg. Sejak tahun 1997, pulau ini telah menjadi milik warga. Sebuah situasi yang khas Skotlandia, di mana kepemilikan lahan besar adalah sesuatu yang biasa.

Memiliki pulau memberdayakan warga Eigg, ujar Maggie Fyffe yang datang ke pulai ini untuk bekerja pada tahun 70-an. Ia kemudian memelopori gerakan warga untuk membeli pulau.

"Eigg berkembang sangat pesat dalam 15 tahun terakhir,” ucapnya. “Banyak lapangan kerja tercipta. Banyak generasi muda yang kembali untuk menetap di sini.”

Siapapun yang tinggal di pulau selama lebih dari 6 bulan per tahun otomatis menjadi anggota komite warga. Pada pertemuan bulan komite inilah ide skema energi terbarukan pertama muncul. Setelah seruan untuk investasi lokal, tidak butuh waktu lama hingga terwujudnya skema listrik baru.

Mengubah kehidupan

Pada sisi terujung pulau, jauh dari permukiman warga, ombak terpecah di pantai pasir yang indah. Tukang pos setempat John Cormack berdiri di teras rumah kayunya seraya matahari tenggelam di atas Teluk Laig. Dulu rumahnya gelap gulita hingga pagi hari, tapi sekarang sudah tidak lagi.

“Saya punya generator bensin, yang dulu kadang-kadang saya pakai, tapi saya lebih sering melewati malam tanpa listrik,” paparnya. “Begitu ada skema energi terbarukan, benar-benar merevolusi hidup saya.”

Di jalan yang sama, dalam pondoknya, Maggie Fyffe tidak perlu berpikir keras tentang keuntungan terbesar Eiggtricity. "Bisa menyalakan lampu setiap kali butuh dan buang air kecil pada tengah malam," pungkasnya sembari tertawa.

Laporan Pilihan