1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Lion Air Tergelincir di Bali

Pesawat maskapai Lion Air dengan rute penerbangan Bandung-Denpasar tergelincir di ujung landasan Bandara Ngurah Rai, Bali.

default

Lion Air

Hingga Sabtu (13/04) petang waktu setempat, seluruh penumpang pesawat Lion Air yang tergelincir di Bali dinyatakan selamat. Para penumpang pesawat yang mengalami musibah tersebut telah dievakuasi. Mereka juga menjalani proses pengecekan kesehatan. Beberapa penumpang mengalami luka memar. Sedikitnya tujuh penumpang diangkut ke rumah sakit Sanglah.

Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmade mengungkapkan, pesawat Lion Air yang tergelincir mengalami patahan pada bagian belakang sayap pesawat.

Penyebab kecelakaan pesawat masih belum jelas. Juru bicara maskapai penerbangan Lion Air, Edward Sirait: “Pesawat itu dari Bandung, menuju bandar udara Ngurah Rai, Bali. Tapi mungkin gagal mencapai landasan pacu, lalu jatuh ke laut.“ Disebutkannya, terdapat lebih dari 100 penumpang dan kru dalam pesawat yang jatuh di kawasan pulau dewata tersebut.

Lion Air merupakan maskapai penerbangan terkemuka, yang menandatangani kontrak kerjasama pemesanan pesawat dengan perusahaan raksasa yang saling bersaing, Boeing dan Airbus.

Baru-baru ini Airbus mengumumkan telah mencapai rekor baru setelah menerima order pembelian senilai 18,4 milyar euro dari Lion Air. Sebelumnya, Lion Air memesan 230 Boeing 737 senilai 22,4 milyar euro, saat Presiden Amerika Barack Obama berkunjung ke Indonesia tahun 2011.

Lion Air menguasai sekitar 45 persen pasar domestik di Indonesia dengan tawaran tiket murah dengan motto “We Make People Fly“. Lion Air berhasrat meraup target pasar 60 persen.

Setelah serangkaian kecelakaan pesawat di tanah air dalam tahun-tahun terakhir, Indonesia berusaha untuk bangkit kembali dalam meningkatkan pelayanan penerbangannya. Pada tahun 2007 Eropa melarang operasi penerbangan Indonesia di wilayahnya. Larangan itu kemudian dicabut pada tahun 2009.

dw/ap/afp/rtr/AP

Laporan Pilihan