1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Liga FC Bayern

Bundesliga sempat digadang-gadang sebagai liga terkuat di Eropa. Tapi dominasi FC Bayern malah membuat divisi utama Jerman itu dipenuhi rasa bosan, kata Redaktur DW, Tobias Oelmeier.

Bundesliga terdiri dari 18 klub dan selalu begitu sejak beberapa dekade. Tapi apa yang terjadi 18 bulan terakhir mengaburkan fakta paling jelas soal Bundesliga tersebut. Bukan lagi 18, melainkan cuma FC Bayern saja yang terkesan bertanding di liga utama Jerman itu,

Skuad asuhan Pep Guardiola itu musim ini cuma tersandung dua kali, sekali kehilangan konsentrasi di Freiburg dan nasib sial yang menghampiri di Leverkusen. Sejak 41 pertandingan Bayern tidak terkalahkan. Dominasi tim yang bermarkas di Sabener Straße itu musim ini bahkan lebih mengerikan lagi ketimbang semusim lalu.

Sejak final Liga Champions antara Borussia Dortmund dan FC Bayern, media-media Eropa membanjiri Bundesliga dengan gelar liga terkuat di dunia. Kini, titel tersebut bertukar menjadi kebosanan tanpa akhir.

Penyebabnya tidak lain adalah kocek tebal FC Bayern yang membuat klub selatan itu mampu merebut pemain-pemain terbaik dari pesaing yang lain. Freiburg, Braunschweig atau Augsburg cuma bisa bermimpi memiliki keuangan sesehat Bayern.

Klub-klub gurem tersebut tidak memiliki pemasukan senilai puluhan juta Euro dari Liga Champions Eropa, dari pembagian pemasukan televisi atau penjualan pernak-pernik yang mendunia. Tapi di lain sisi, klub-klub kecil itu tidak juga merasa perlu bersaing dengan raksasa Bundesliga.

Berbicara soal persaingan di Bundesliga bisa membuat orang keheranan. Di mana Dortmund, Leverkusen atau Schalke? Apa yang terjadi dengan Hamburg, Bremen atau Stuttgart? Semua klub-klub ini memiliki tradisi dan sejarah yang panjang. Tidak cuma di Jerman saja, melainkan juga internasional. Cuma yang membedakan, klub-klub tersebut tidak memiliki keuangan layaknya FC Bayern.

Ada beberapa hal yang salah dengan Bundesliga, ketika bahkan finalis Liga Champions, Dortmund sejak awal musim sudah mengklaim, "Kami akan bersaing dengan klub-klub lain berebut tempat kedua." Ucapan semacam itu sejatinya haram dilontarkan oleh olahragawan. Dan selama paradigma semacam itu diamini oleh ke-17 klub lain di Bundesliga, divisi utama Jerman itu belum akan terbebas dari rasa bosan yang menghantuinya. Seperti yang kita alami musim ini.