1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Libya Minta Esktradisi atas Senussi

Juru bicara pemerintah baru Libya, Naser al Manee dalam konferensi pers Sabtu (17/03) mengatakan bahwa pemerintah Libya telah meminta Maurutania untuk mengekstradisi Senussi.

default

Abdullah al Senussi diduga terlibat pembantaian 1.600 narapidana di Tripoli

"Hari ini Jaksa Penuntut Umum telah mengirimkan surat permintaan ekstradisi kepada melalui interpol yang telah menyampaikannya kepada pemerintah Mauritania".

Sebelumnya, aparat berwenang Mauritania telah menangkap bekas kepala intelijen bekas pemimpin Libya Muammar Gaddafi. Abdullah al Senussi, ditahan saat tiba di bandara Nouakchott pada hari Sabtu (17/03).

Kantor berita AMI mengatakan, Senussi yang didakwa Mahkamah Kejahatan Internasional ICC atas tuduhan kejahatan kemanusiaan, tiba pada Jumat (16/03) malam dari Casablanca Maroko, dengan menggunakan paspor Mali palsu.

Mahkamah Internasional sebelumnya telah mengeluarkan surat penangkapan atas Senussi dan anak Gaddafi yakni Saif al Islam, yang telah ditangkap terlebih dahulu di gurun Sahara pada bulan November, saat menyamar sebagai suku badui.

Kedua laki-laki itu didakwa bekerjasama sebagai pelaku tidak langsung atas pembunuhan dan persekusi yang terjadi saat Gaddafi berkuasa dan menjelang kejatuhannya.

Mauritania adalah negara yang tidak ikur menandatangani statuta Roma yang mengatur soal Mahkamah Internasional. Pemerintah Mauritania belum mengeluarkan komentar mengenai rencana mereka atas diri bekas kepala intelijen Libya tersebut.

Senussi diduga memainkan peran kunci dalam pembunuhan lebih dari 1.200 narapidana di penjara Abu Salim, Tripoli pada tahun 1996. Penangkapan atas para pengacara keluarga korban pembantaian penjara Abu Salim-lah, yang telah memicu revolusi di Libya dan akhirnya menggulingkan rejim Muammar Gaddafi.

Andy Budiman/ rtr

Laporan Pilihan