1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Indonesia

Liburan Lebaran, Hotel Bali Panen

Bali tetap menjadi pilihan untuk berlibur selama Liburan Lebaran. Terkait libur panjang lebaran, tingkat hunian hotel di Bali saat ini didominasi oleh wisatawan domestik.

default

Bali masih menjadi salah satu pilihan tempat untuk berlibur saat liburan Lebaran tahun ini. Kondisi ini ditunjukkan dengan meningkatnya tingkat hunian hotel di Bali. Bahkan pemesanan kamar hotel oleh wisatawan telah mulai dilakukan sejak dua minggu yang lalu.

Hasil pemantauan Lapangan Asosiasi Perjalanan Wisata (ASITA) menunjukkan hampir 60 persen hunian hotel di Bali di dominasi oleh Wisatawan domestik. Dominasi tingkat hunian hotel dan pemesanan kamar hotel oleh wisatawan domestik terjadi terkait liburan panjang Lebaran.

Koordinator ASITA Wilayah Bali, NTT dan NTB Bagus Sudibya menyampaikan, dominasi oleh wisatawan domestik tersebut tidak hanya terjadi pada hotel berbintang dan hotel kelas melati tetapi juga hingga villa dan penginapan.

Menurut Sudibya, walaupun tingkat kunjungan wisatawan ke Bali terus meningkat, namun persebarannya belum merata dan hanya terfokus di Kuta, Sanur, Nusa Dua dan Ubud. Bagus Sudibya mengusulkan adanya kenaikan harga bagi hotel-hotel di kawasan wisata favorit tersebut agar persebaran wisatawan di Bali semakin merata.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu juga mengakui tidak meratanya persebaran kunjungan wisatawan di Bali ini juga akibat belum meratanya pembangunan infrastruktur.

Akibat belum adanya pemerataan tingkat hunian hotel di Bali, hotel di kawasan Kuta dan Legian sering kali tidak mampu menerima tamu lagi. Apalagi saat liburan Lebaran seperti saat ini.

Menurut Subhiksu secara rata-rata tingkat hunian hotel di Bali secara keseluruhan masih mencapai angka 80 persen karena persebaran wisatawan yang belum merata. Sedangkan rata-rata tingkat kunjungan wisatawan domestik ke Bali pertahunnya mencapai 6-7 juta wisatawan.

 

 

 

Raditya Wardhana  ´

Editor: Yuniman Farid