1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Lemahnya Pemerintah, Masalah Utama Haiti

Tiga bulan setelah gempa bumi mengguncang Haiti yang menewaskan lebih dari 220.000 orang, sampai sekarang 1,3 juta orang masih tinggal di penginapan darurat sementara.

default

Masih banyak warga Haiti yang terpaksa tinggal di tenda-tenda darurat

Pemerintah dan masyarakat internasional berupaya keras untuk memperbaiki situasi di kamp-kamp penampungan itu, membendung meluasnya epidemi dan mengorganisir pembangunan kembali. Utusan khusus PBB untuk Haiti, Edmond Mulet menuturkan, "Dalam tiga bulan terakhir banyak sekali yang terjadi, luar biasa. Dan saya yakin, dalam tiga bulan mendatang keadaannya akan lebih baik lagi.“

Edmond Mulet mencoba menyebarkan optimisme. Namun desakan penanganan masalah untuk jangka waktu panjang semakin besar. Ia menuntut perubahan yang mendasar, "Menurut saya, masalah terbesar yang dihadapi Haiti adalah kelemahan, mungkin juga ketidakhadiran pemerintah Haiti. Kami harus dapat menerobos lingkaran setan ini dan bekerjasama dengan pemerintah, agar kapasitasnya dapat ditingkatkan.“

Masyarakat internasional sesungguhnya ikut bertanggungjawab atas lemahnya pemerintah Haiti. Selama 40 atau bahkan 50 tahun ini PBB terlibat dalam pembangunan kembali di negara kepulauan itu seperti dalam pengembangan atau memberikan bantuan kemanusiaan. Akan tetapi, lembaga itu hampir tidak pernah bekerjasama dengan pemerintah Haiti. Salah satu alasannya, PBB tidak bersedia bekerjasama dengan pemerintah diktatur yang korup atau terlalu lemah. Sehingga lebih memilih untuk bekerjasama dengan organisasi non-pemerintah.

Saat ini ada sekitar 10.000 lembaga swadaya masyarakat di Haiti dan Mulet tidak jelas, sebagian besar organisasi itu, tugasnya apa. Mulet menyerukan, agar tanggungjawab pemerintah Haiti diingkatkan, "Kita jangan sampai membantu sebuah protektorat atau mendukung situasi yang tidak menghargai kedaulatan, harkat dan martabat serta kepemimpinan pemerintah dan rakyat Haiti.“

Untuk menciptakan struktur yang mengarah ke sasaran itu, sedang dibentuk sebuah badan sementara yang mengurusi pembangunan kembali. Badan tersebut akan mengkoordinir pembangunan kembali di Haiti untuk 18 bulan ke depan serta mengatur dana yang disumbangkan oleh masyarakat internasional. Ketuanya adalah Presiden Haiti Jean-Max Bellerive dan mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, sebagai koordinator khusus PBB. Di samping sejumlah pejabat lokal, wakil-wakil lembaga donor internasional menjadi anggota dewan pengurus dan seorang pejabat khusus akan mengontrol, agar tidak terjadi korupsi.

Masalah lain yang dihadapi Haiti adalah jangka waktu badan legislatif bersidang berakhir 10 Mei mendatang. Untuk menggelar pemilihan baru, menurut Mulet, sementara ini sulit, karena sebagian besar warga Haiti tidak memiliki kartu tanda pengenal. Namun harus tetap dicoba, ditambahnya. Kalaupun terjadi kekosongan, sebagian besar anggota senat masih memiliki mandat hingga akhir tahun 2010 ini. Dan berdasarkan konstitusi, mereka dapat bertindak sebagai lembaga perwakilan rakyat. Sedangkan mandat pemerintah dan presiden sekarang masih berlaku hingga 7 Februari 2011, jadi waktunya cukup untuk menggelar pemilu, tutur Mulet.

Lena Bodewein/Andriani Nangoy

Editor: Hendra Pasuhuk