1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Legenda Tinju Joe Frazier Kalah Dalam Tarung Akhir

Mantan juara dunia olahraga tinju kelas berat asal AS, Joe Frazier meninggal dalam usia 67 tahun akibat penyakit kanker hati.

default

Joe Frazier

Joe Frazier sukses menorehkan sejarah dalam cabang tinju kelas berat di tahun 70-an. Dalam laga emosional yang disaksikan 300 juta orang di seluruh dunia, yang dijuluki “pertarungan abad ini“ di Madison Square Garden, New York, 8 Maret 1971, Frazier berhasil mengalahkan penantangnya Muhammad Ali. Ini merupakan kekalahan pertama Ali dalam karir tinju profesionalnya. Tapi dalam dua pertarungan berikutnya, ia kalah dari Ali.

Joe Frazier yang dijuluki “Smokin Joe“ dilahirkan 12 Januari 1944 di Beaufort, South Carolina. Karirnya di cabang tinju dimulai sebagai atlet amatir. Tahun 1964 ia meraih medali emas dalam Olimpiade di Tokyo, setelah mengalahkan petinju Jerman, Hans Huber. Tahun 1965 Frazier menapaki dunia tinju profi kelas berat. “Smokin Joe“ meraih sekaligus dua gelar juara dunia pada 16 Februari 1970 setelah meng- knockout juara bertahan versi WBC dan WBA, Jimmy Ellis, dalam pertarungan di New York. Ia berhasil empat kali mempertahankan gelarnya, termasuk mengalahkan penantangnya Muhammad Ali. Seluruhnya Joe Frazier menggelar 37 pertarungan di ring tinju. Dengan catatan prestasi, 32 kali menang, 27 diantaranya dengan KO, empat kali kalah dan satu kali seri. Empat kali kekalahannya, merupakan hasil  pertarungan dengan dua legenda tinju lain di zamannya, yakni Muhammad Ali dan George Foreman. Ia menggantung sarung tinju pada tahun 1976. Pada tahun 1990 terkait prestasinya, nama Joe Frazier diabadikan di “International Boxing Hall of Fame.“

Musuh bebuyutan Ali

Frazier schlägt Muhammad Ali

Joe Frazier kalahkan Muhammad Ali dalam tarung di New York 1971.

Joe Frazier dan Muhammad Ali, dua legenda tinju di tahun 70-an, ibaratnya musuh bebuyutan di dalam dan di luar ring tinju. Dalam trilogi pertarungan dalam ring melawan Muhhamad Ali, Joe Frazier menang satu kali tahun 1971 di New York, tapi dalam revanche tahun 1974 ia kalah angka dan dalam pertarungan final tahun 1975 di Manila, Frazier kalah technical knockout.

Di ring tinju, Ali terutama menyerang Frazier dengan pukulan jab-nya. Sementara di luar ring tinju, Ali selalu menyerang Frazier dengan kata-kata tajam. Ia menjuluki Frazier sebagai Paman Tom atau Gorilla. Namun belakangan keduanya menunjukkan sikap perujukan. Ali, dalam pernyataannya menanggapi meninggalnya Frazier mengatakan; “Dunia kehilangan seorang juara besar. Saya selalu mengenang Joe dengan hormat dan kagum.“

Setelah pensiun dari dunia tarung tinju, Joe Frazier mendirikan grup musik yang diberi nama “The Knockout“, untuk mengenang masa kejayaannya di atas ring. Berita sakitnya Joe Frazier dilansir beberapa pekan lalu. Keluarganya mengatakan, Joe dirawat di rumah setelah diketahui mengidap kanker hati stadium lanjut. Keluarga Frazier hari Senin malam (7/11) mengumumkan, mantan juara dunia tinju kelas berat itu meninggal di Philadelphia, setelah pertarungan singkat melawan penyakitnya itu.

AS/VL/afp/dpa/sid