1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Lawatan Raja Arab Saudi ke Indonesia Diharap Bawa Investasi Hingga US$25 Miliar

Dalam lawatan ke Asia, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akan mengunjungi Indonesia dengan membawa 1.500 orang, termasuk 10 menteri. Diharapkan kunjungan ini bisa membawa investasi Saudi sampai US$ 25 miliar.

"Ini adalah kunjungan yang sangat bersejarah bagi kami," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada wartawan, mengenai rencana kedatangan raja Arab Saudi ini. 

Raja Salman akan berada di Indonesia dari tanggal 1 sampai 9 Maret. Pramono Anung mengatakan, Presiden Joko Widodo berharap kunjungan ini bisa membawa investasi Saudi sampai 25 miliar dollar AS. Namun sejauh ini belum ada komentar dari Arab Saudi mengani hal tersebut.

Kunjungan terakhir oleh seorang raja Saudi untuk Indonesia adalah 46 tahun lalu, ketika Raja Faisal datang ke bumi nusantara. Indonesia berharap kunjungan ini akan membantu hubungan lebih lanjut antara perusahaan energi milik negara Pertamina dan Aramco milik Arab Saudi yang bekerja sama untuk meningkatkan kinerja di kilang Cilacap, ditambah dengan kerjasama di bidang-bidang lainnya. "Kami menargetkan investasi," ujar kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong kepada wartawan.

Indonesia juga berharap, Arab Saudi membantu untuk mempromosikan Islam yang moderat melalui program demikian ujar Pramono Anung. Selain itu, diharapkan pula adanya perjanjian dengan Arab Saudi dalam meningkatkan frekuensi penerbangan dari Timur Tengah ke Indonesia dan jumlah wisatawan.

Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman M.Fachir mengatakan, "Kedatangan Raja Saudi ini juga merupakan promosi tersendiri, dan mudah-mudahan ini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari Timur Tengah."

Indonesia ingin memanfaatkan  kunjungan Raja Salman ini  untuk meningkatkan kuota tahunan jamaah haji, dan meningkatkan pelayanan kesehatan dan keamanan peziarah Indonesia di Arab Saudi.

Arab Saudi merupakan salah satu  tujuan utama pekerja migran asal Indonesia. Namun Indonesia memberlakukan larangan bepergian bagi pekerja baru ke Timur Tengah pada tahun 2015 setelah dua pekerja rumah tangga asal Indonesia dieksekusi di Arab Saudi.

ap/yf(rtr)

 

Laporan Pilihan