1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kurdi dan Pendukung ISIS Saling Serang di Jerman

Ratusan demonstran Kurdi terlibat dalam bentrokan berdarah dengan kaum Islamis garis keras pro ISIS di Hamburg dan Celle. Berlin khawatir, negaranya kini menjadi medan perang proksi antara Kurdi dan Islamic State.

Bagi Jerman, konflik antara Kurdi dan Islamic State tidak sedang berlangsung di Kobani, Mosul atau di gurun pasir Suriah, melainkan di St. Georg, sebuah pojokan kota Hamburg yang ramai disambangi turis.

Di sinilah terjadi bentrokan antara kedua kelompok. Di antara gedung-gedung tua berparas cantik dengan segala ornamennya, dua gerombolan yang masing-masing berjumlah sekitar 400 orang terlibat pertempuran jalanan.

Mereka membawa golok atau senjata tajam lain. Sekitar 14 orang mengalami luka-luka. Sementara 22 pengunjuk rasa terpaksa diamankan oleh kepolisian Jerman.

Perang Jalanan di Hamburg dan Celle

Padahal awalnya aksi demonstrasi berlangsung damai. Sekitar 400 warga Kurdi berkumpul di depan sebuah mesjid yang diyakini digunakan oleh kelompok radikal buat merekrut jihadis. Sebagai jawaban, sekelompok pemuda Salafis dalam jumlah yang sama menghadang aksi tersebut.

Tanpa kehadiran sekitar 1000 polisi anti huru hara, bentrokan antara kedua kelompok bisa berujung fatal. Selain golok, polisi mengklaim pihaknya mengamankan pisau, tongkat baseball dan senjata api beserta amunisinya.

Situasi serupa juga terjadi di kota Celle di utara Jerman. Sebanyak lima pengunjuk rasa dan empat perwira kepolisian mengalami luka-luka setelah kelompok Kurdi bentrok dengan Islamis garis keras dari Chechnya.

Perang Proksi di Jerman

Jerman menampung diaspora Kurdi terbesar di Eropa. Sebaliknya kelompok Salafis mewakili bagian terkecil dari populasi muslim yang seluruhnya berjumlah empat juta orang. Menurut dinas rahasia Jerman, BND, jumlah kelompok garis keras Islam bertambah menjadi 5500 orang di tahun 2014, dari 4500 orang pada tahun sebelumnya.

Perkembangan tersebut dinilai berbahaya oleh kepolisian Jerman. "Jerman terancam menjadi medan perang proksi," kata ketua umum serikat kepolisian, Rainer Wendt kepada sebuah harian Jerman.

Di Hamburg dan Celle, aparat keamanan mengalami "kekerasan brutal" dan terpaksa "mempertaruhkan nyawa" buat mengamankan situasi. Menurut Wendt lagi, para pelaku kekerasan yang membaur di antara demonstran memiliki persenjataan lengkap.

Konflik dari Irak dan Suriah pun kini menjalar ke jalan-jalan kota Jerman.

rzn/hp (rtr,ap,dpa)

Laporan Pilihan