1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

KTT Uni Eropa: Tema Yunani Masih Diperdebatkan

Jerman tolak bahas mekanisme bantuan dana langsung untuk Yunani. Untuk pertama kalinya Uni Eropa akan bersidang di bawah pimpinan presiden UE Herman Van Rompuy.

default

Presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy

Dalam undangan KTT Uni Eropa yang dikirimkan presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy kepada para kepala negara anggota, kata 'Yunani' tidak sekali pun disebut. Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah Jerman yang tidak setuju jika pertemuan di Brussel membahas mekanisme bantuan keuangan di dalam zona pengguna mata uang Euro. Kanselir Jerman Angela Merkel berulang kali menegaskan bahwa Yunani bukannya tidak mampu membayar pinjaman. "Karena itu masalah bantuan, bukanlah yang harus kita diskusikan sekarang. Bagi saya adalah hal penting untuk tidak memberikan ilusi kepada pasar. Bantuan bagi Yunani tidak tertera dalam agenda rapat. Yunani sendiri telah mengatakan, saat ini tidak membutuhkan bantuan."

Namun kemungkinan rencana darurat bagi anggota zona pengguna mata uang Euro yang memiliki beban hutang tinggi tetap akan menjadi tema paling penting bagi para tokoh politik puncak Eropa. Walau pun agenda sidang menyebutkan tema pokok lain, yakni pertumbuhan, perekonomian dan perlindungan iklim. Awal bulan Maret, ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengajukan usulannya tentang strategi pertumbuhan Eropa 'Eropa 2020' yang membahas sasaran bersama dan investasi di bidang perlindungan iklim, penelitian, pendidikan dan pemerangan kemiskinan. Barroso mengatakan, perbedaan kondisi negara anggota adalah sebuah masalah. "Perdebatan tentang reaksi yang tepat terhadap defisit anggaran Yunani dan pentingnya pembagian beban menunjukkan, bahwa ketimpangan antara negara anggota harus diseimbangkan. Karena bagaimana pun juga kita semua saling bergantung."

Berbeda dengan pemerintah Jerman, Komisi Uni Eropa menghendaki keputusan segera tentang rencana darurat bagi Yunani yang terlilit hutang 300 milyar Euro, dengan pemberian pinjaman bilateral dari negara-negara anggota Uni Eropa. Perdana Menteri Yunani Giorgos Papandreou berharap, sinyal ini akan diterima oleh pasar keuangan. "Jika ini terjadi, maka ini cukup untuk mengatakan kepada pasar untuk berhenti berspekulasi dan biarkan negara ini melakukan apa yang harus mereka lakukan."

Untuk mencegah terjadinya krisis serupa di masa depan, para kepala negara anggota Uni Eropa akan membicarakan, bagaimana cara mengawasi politik keuangan di masing-masing negara anggota dengan lebih baik dan bagaimana wujud sebuah rezim keuangan Eropa. Masukan mengenainya, datang dari direktur dana moneter internasional, IMF, Dominique Strauss-Kahn. "Menurut saya, Eropa membutuhkan kerangka kerja terintegrasi bagi pencegahan krisis dan perlindungan investor. Kerangka ini harus dilengkapi dengan mandat dan instrumen yang sesuai untuk menghindari terjadinya keambrukan sistem dan bank internasional." Strauss-Kahn menambahkan, yang paling penting adalah kepemimpinan politik yang kuat yang bisa bertahan dari tekanan kepentingan nasional negara anggota.

Selain itu, dalam KTT di Brussel, para perwakilan negara anggota juga akan membahas persiapan KTT G -20 bulan Juni mendatang. Disini pun masalah uang akan menjadi tema. Kontribusi anggaran yang lebih besar bagi perlindungan iklim dipastikan akan diperlukan untuk tahun-tahun mendatang.

Susanne Henn / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Agus Setiawan

Laporan Pilihan