1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

KTT UE-Rusia: Rusia Tidak Berharap Besar

Uni Eropa ibaratnya mengeset ulang, dan memulai semuanya dari awal lagi. Ini merupakan saran Menteri Luar Negeri Finlandia Alexander Stubb kepada perwakilan UE dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev.

default

Gambar simbol Uni Eropa Rusia

Kedua pihak ini akan bertemu di Stockholm hari Rabu (18/11). Tema utama pembicaraan antara lain keamanan penyediaan gas dari Rusia. Selain itu, masalah perdagangan dan KTT Iklim di Kopenhagen, Denmark, juga merupakan tema pembicaraan Uni Eropa dan Rusia. Apa yang diharapkan para pengamat dari pertemuan ini?

Warga di Rusia tidak banyak berharap dari pertemuan puncak. ”Business as usual”, lebih cenderung sebagai “atmosfer kerja” yang normal, demikian penilaian pemimpin yayasan penelitian ”Politik Petersburg”, Mikhail Vinogradov, dalam wawancaranya dengan Deutsche Welle. Apa saja yang menjadi prioritas pembicaraan sudah diungkapkan dengan cara berbeda oleh para politisi dan pengamat. Misalnya duta besar Rusia di Uni Eropa Vladimir Chichov, yang mengutamakan perlindungan lingkungan.

"Bagi Rusia, di posisi pertama terdapat sebongkah besar masalah global. Di samping isu krisis keuangan dan ekonomi global, pertemuan puncak ini tampaknya akan mengutamakan penanggulangan perubahan iklim, yang membedakan pertemuan ini dengan yang sebelumnya. Dari tema global, saya juga akan mengangkat isu energi," kata Chichov.

Pemimpin yayasan penelitian “Politik Petersburg“, Vinogradov, sebaliknya mengusulkan urutan prioritas yang lain. Terutama ketika menyinggung perkembangan hubungan bilateral.

"Hal terpenting menurut saya adalah masa depan perjanjian kemitraan antara Rusia dan Uni Eropa, yang sangat penting secara psikologis bagi pejabat kedua pihak. Setelahnya isu lingkungan dalam konteks KTT Iklim mendatang di Kopenhagen. Isu energi itu menarik dalam dua aspek. Pertama, pengadaan sistem peringatan dini dan keamanan penyediaan energi. Dalam hal ini ketidakstabilan hubungan antara Rusia dan Ukraina. Kedua, proyek energi Rusia. Kami lihat, Moskow berhasil mencapai kemajuan dalam proyek Arus Utara-Selatan," kata Vinogradov.

Para perwakilan negara dan pengamat juga memiliki pendapat yang berbeda mengenai pengiriman gas bumi ke Eropa. Duta Besar Rusia di Uni Eropa, Vladimir Chichov berpendapat, Rusia dan Uni Eropa sebaiknya melibatkan Ukraina dalam upaya mereka. Terutama ketika menekan Ukraina, jika mengalihkan pengiriman gas, yang seharusnya mengalir ke Eropa. Itu akan merugikan Rusia dan Uni Eropa.

"Saya sangat prihatin bahwa saat ini di Ukraina masalah tersebut akan sangat berpengaruh dalam kampanye pemilu. Untuk itu kami mengimbau Uni Eropa untuk ikut serta dalam tindakan pengamanan. Juga dalam hal keamanan finansial dalam transit pengangkut energi tanpa gangguan yang melewati Ukraina," lanjut Chicov.

Vinogradov dari yayasan “Politik Petersburg“ memandang bahwa diskusi mengenai peranan Ukraina mengalihkan masalah sesungguhnya.

"Saya pikir, kunci menuju pengiriman yang stabil tergantung pada hubungan Moskow dan Kiev. Jika bisa memisahkan emosi dari politik, maka hubungan akan berjalan lebih stabil," tukas Vinogradov.

Jegor Winogradow/Luky Setyarini

Editor: Asril Ridwan