1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

KTT UE: Parlemen Eropa Ancam Veto

Rancangan anggaran Uni Eropa terancam veto dari Presiden Parlemen Eropa bila perhitungannya tetap defisit.

Hari kedua KTT Uni Eropa di Brussel berlangsung tegang. “Ada kekurangan 52 milyar Euro”, ungkap Martin Schulz, Presiden Parlemen Uni Eropa kepada media hari Jumat (08/02). Nyatanya dalam negosiasi anggaran Uni Eropa saat ini, jumlah dana yang terkumpul 908 milyar Euro. Sementara, jumlah belanja yang disepakati berkisar pada 960 milyar Euro. Politisi asal Jerman itu menekankan, bahwa parlemen di Brussel tidak mungkin menyetujuinya, karena dalam anggaran ada larangan defisit .

Anggaran belanja Uni Eropa mencakup 7 tahun masa kerja, dan bukan hanya untuk satu tahun. Menurut Schulz, saat ini saja defisit anggaran belanja 2013 Uni Eropa sudah mencapai 16 milyar Euro. Karenanya, ia tidak melihat kemungkinan nominal tersebut akan mendapat kesepakatan mayoritas.

Lebih jauh dijelaskannya, secara hukum Brussel melarang adanya defisit. "Saat ini sejumlah negara anggota tengah berkutat dengan defisit besar dalam anggaran belanjanya, dan upaya-upaya untuk menguranginya berjalan dengan susah payah“. Tambahnya, "Brussel pun tengah berusaha mengurangi defisit yang sudah terjadi, karenanya saya tak melihat bagaimana mayoritas bisa menyepakati rancangan ini. Itu bukan politik yang serius“.

Perancis Tolak Kobankan Petaninya

Sebelum KTT Uni Eropa dimulai, Kanselir Jerman Angela Merkel sudah mewanti-wanti bahwa posisi masing-masing negara masih sangat berjarak.

Presiden Perancis Francois Hollande belum beranjak dari pandangannya, bahwa penghematan yang perlu dilakukan tidak boleh melemahkan ekonomi negara anggota. Sejak awal Hollande yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi, menegaskan bahwa ia tidak mau begitu saja membuat kompromi.

Dikatakannya, "Bila ada yang tidak rasional, maka saya akan berusaha mengajaknya untuk menggunakan akal sehatnya, meski hanya sampai titik tertentu." Bagi Hollande, yang termasuk tidak rasional adalah siapa saja yang melupakan pentingnya sektor agraria dan pertumbuhan ekonomi.

Kaum petani Perancis diuntungkan oleh subsidi pertanian yang biayanya merupakan hampir separuh dari seluruh anggaran belanja Uni Eropa. Tak heran, Perancis merupakan salah satu yang menolak pemangkasan subsidi untuk petani.

Yunani harapkan dana bantuan struktural

Anggaran belanja Uni Eropa pada dasarnya digunakan oleh ke-27 negara anggotanya sebagai investasi, dana bantuan penanggulangan tunakarya dan subsidi sektor agraria. Kebanyakan negara-negara selatan dan timur Eropa berpihak pada Hollande.

Penghematan dana struktural sangat mengkhawatirkan bagi negara-negara ini. Perdana Menteri Yunani Antonis Samaras, yang menerima dana bantuan Uni Eropa menegaskan bahwa negara telah melakukan penghematan dan berbagai reformasi struktural untuk mengurangi defisit. Menurut dia, saat ini fokus perlu ditujukan pada penggalakan dan pertumbuhan ekonomi. Dana struktural Uni Eropa, merupakan "jaminan keberhasilan bagi Yunani dan Eropa“.

Negara-negara Utara Inginkan Pengurangan Iuran

Penghematan terutama didesakkan oleh negara-negara utara yang kaya. Perdana Menteri David Cameron tampak di atas angin karena jumlah anggaran yang ditetapkan kini telah berkurang dari sebelumnya. Namun bersamaan dengan itu, berkurang juga dana yang awalnya dijanjikan.

Juga Perdana Menteri Ceko, Petr Necas mempromosikan anggaran belanja Eropa yang lebih modern dan kecil. Sementara PM Denmark Helle Thorning-Schmidt mengancam untuk mengajukan tuntutan, apabila iuran negaranya tidak dikurangi. Sikap Denmark didukung oleh Swedia, yang menilai subsidi agraria menghambat modernisasi.

Kanselir Jerman Merkel yang Rabu sebelum KTT sudah menemui Hollande untuk mencari jalan keluar, berusaha menunjukkan sikap terbuka. Meski ia mendorong keras adanya penghematan, Merkel juga siap berkompromi agar tercapai kesepakatan. "Tentu kita perlu menghemat dan berhati-hati dengan pengeluaran, tapi kita juga perlu tetap solider pada negara pemberi dana dan negara penerima bantuan“.

Setiap pihak menyadari apabila parlemen Eropa memveto rancangan anggaran belanja untuk kurun 2014 hingga 2020 ini. Maka anggaran belanja hanya bisa ditetapkan untuk satu tahun saja.

EK/ML/dpa, rtr

Laporan Pilihan