1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

KTT UE: Kesepakatan Mengenai Yunani Bayangi Eropa 2020

KTT awal tahun Uni Eropa berakhir Jumat (26/03) di Brussel. UE secara demonstratif menunjukkan dukungannya terhadap Yunani, negara pengguna Euro yang sedang dililit utang itu dan menggeser agenda utama yang dijadwalkan.

default

KTT UE di Brussel

Isi kesepakatan adalah memberikan bantuan keuangan bagi Yunani dalam kasus darurat berat. Tetapi selain itu, ke-27 pemimpin negara anggota secara resmi juga merumuskan sebuah strategi baru bagi pertumbuhan ekonomi dan mendiskusikan isu mengenai perlindungan iklim dan persiapan pertemuan puncak G20 mendatang.

Dalam pertemuan puncak Uni Eropa di Brussel, Kepala negara dan pemerintahan negara anggota menyepakati "Eropa 2020", yaitu strategi baru bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Kesepakatan itu mencakup berbagai program reformasi nasional yang berbeda yang akan dilaksanakan di semua negara UE sepuluh tahun ke depan. Presiden Komisi UE José Manuel Barroso mengungkapkan: "Saya gembira karena kami mencapai kesepakatan bagi Eropa 2020 yang didasari usulan berbagai komisi. Kami telah menetapkan agenda bagi sebuah Eropa yang cerdik, berlanjut dan integratif."

Nantinya masing-masing negara harus mengalokasikan tiga persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk penelitian dan pengembangan. Dengan langkah tersebut jumlah penciptaan lapangan kerja juga diharapkan dapat naik sebesar 75 persen, dan jumlah siswa putus sekolah diturunkan. Dalam jangka panjang, perbedaan kemampuan bersaing antara negara anggota UE akan diperkecil. Tetapi sektor pendidikan dan pengentasan kemiskinan masih harus didiskusikan lagi sebelum strategi tersebut disahkan Juni mendatang. Kanselir Jerman Angela Merkel: "Harus ditemukan indikator sesuai bagi isu menyangkut integrasi sosial atau kata kunci kemiskinan yang cocok dengan strategi pertumbuhan ekonomi Eropa dan tidak mencampuri upaya-upaya nasional."

Belgien EU Deutschland Angela Merkel in Brüssel

Kanselir Jerman Angela Merkel di Brussel

Kesepakatan dalam perlindungan iklim

Awalnya negara-negara UE hedak menyepakati pengurangan sekitar 20 juta warga UE yang hidup di bawah garis kemiskinan masing-masing negaranya hingga 2020. Tetapi Merkel menentang gagasan itu.

Dalam isu perlindungan iklim semua negara anggota juga mencapai kesepakatan, meski dalam hal ini Uni Eropa hanya menegaskan keputusan-keputusan yang sudah ada. Brussel selain itu juga menuntut kepala negara dan pemerintahan untuk menyuntikkan dinamika baru ke dalam perundingan seputar perlindungan iklim yang saat ini mandek. Presiden Dewan UE Herman Van Rompuy: "Kami tetap berpegang teguh pada target perlindungan iklim. Tetapi kami menyadari bahwa setelah Kopenhagen kami sekarang harus maju langkah demi langkah."

Ini berarti bahwa Eropa harus berhasil membujuk wilayah lain dalam upaya perlindungan iklim. KTT yang untuk pertama kalinya dipimpin oleh Presiden Dewan UE Herman Van Rompuy itu juga merembukkan strategi UE dalam pertemuan puncak G20 bulan Juni di Kanada.

EU-Gipfel George Papandreou Jose Manuel Barroso

PM Yunani George Papandreou (kiri) dan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso di Brussel

Bantuan bagi Yunani dalam kasus darurat berat

Isu bantuan bagi Yunani awalnya sama sekali tidak tercantum dalam agenda KTT di Brussel itu. Meskipun demikian, tema itu mendominasi pertemuan. Didahului dengan perdebatan sengit, negara pengguna mata uang Euro akhirnya menyetujui usulan Jerman-Perancis yang berisikan kredit miliaran dari Dana Moneter Internasional dan negara-negara Euro. Awalnya Merkel menentang pemberian kredit darurat, namun akhirnya ia puas dengan kompromi yang tercapai: "Secara keseluruhan saya sangat puas dengan hasil ini. Menyangkut masalah Yunani memang telah digantungkan harapan yang tinggi terhadap dewan ini. Dalam hubungan ini, kami benar-benar melakukan sesuatu yang baru, dan saya harap perkembangan di Yunani saat ini dapat berjalan positif."

Namun mekanisme bantuan darurat itu hanya akan dilaksanakan bila Yunani sendiri tidak dapat lagi mendapatkan kredit dari pasar-pasar modal. Saat ini tak seorang pun di Brussel yang secara resmi memperhitungkan hal itu akan terjadi.

Susanne Henn/Christa Saloh

Editor: Rizki Nugraha