KTT UE-Amerika Latin di Madrid | dunia | DW | 19.05.2010
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

KTT UE-Amerika Latin di Madrid

KTT UE-Amerika Latin di Madrid, Spanyol, tidak hanya merundingkan perdagangan, akan tetapi juga adalah pertemuan politik. Para peserta sepakat untuk mempererat kemitraan mengatasi bersama krisis global.

default

Madrid (18/5) - (dari kiri ke kanan) PM Spanyol Luis Rodriguez Zapatero, Presiden Argentinia Cristina Fernandez de Kirchner, Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy dan Ketua Komisi UE Jose Manuel Barroso menghadiri konferensi pers

KTT Uni Eropa- Amerika Latin di Madrid seharusnya dapat menonjolkan masa jabatan Spanyol sebagai ketua dewan Uni Eropa yang sampai sekarang masih dianggap kurang. Dalam kesempatan ini Perdana Menteri Spanyol José Luis Zapatero menekankan kebersamaan Spanyol dan sejumlah negara-negara Amerika Latin dalam sejarah, budaya serta bahasa. Spanyol memandang dirinya sebagai perantara transatlantik. Selasa kemarin (18/5) Zapatero menekankan pentingnya kemitraan ini dalam upaya mengatasi krisis keuangan dan ekonomi. "Menghadapi tantangan global di dalam dunia yang semakin global ini, kita adalah mitra global. Sumber kemakmuran dunia global terletak pada penyatuan kekuatan yang ada. Di dalam dunia ini, pertumbuhan ekonomi serta politik sosial yang baik, dapat dicapai dengan keterbukaan, liberalisasi dan bukan dengan membatasi diri.“

Hasil politik membuka diri ini adalah sebuah perjanjian antara UE dan enam negara Amerika Latin, yaitu Costa Rica, El Salvador, Guatemala, Honduras, Nicaragua dan Panama. Perjanjian ini dapat dikatakan hampir sama dengan perjanjian perdagangan bebas.

Dalam sidang kali ini yang dibahas tidak hanya perdagangan, akan tetapi juga adalah pertemuan politik. Dan hal ini sangat nampak dari pesertanya. Presiden Venezuela yang berhaluan kiri, Hugo Chávez absen tanpa alasan. Begitu juga Presiden Kuba Raúl Castro. UE mencoba membuka kembali dialog dengan Kuba untuk merundingan hak asasi manusia, demikian papar utusan khusus urusan luar negeri UE Catherine Ashton di Madrid. "Kami minta, agar Kuba kembali mempertimbangkan masalah hak asasi manusia di negerinya. Saya tidak perlu menjelaskan kembali kekuatiran kami di bulan-bulan lalu. Tetapi, saya selalu mengatakan, kami harus mengevaluasi kembali kemitraan-kemitraan kami dengan negara manapun.“

Sebelum KTT diselenggarakan, pemerintah Spanyol mendesak, agar perundingan dengan Kuba dibuka kembali tanpa persyaratan. Namun upaya itu gagal. Tuntutan untuk menciptakan demokrasi bukan hanya datang dari Eropa, akan tetapi juga dari Amerika Latin. Hal ini diperjelas oleh Presiden Peru, Alan García Pérez. Dua tahun lalu KTT UE- Amerika Latin diselenggarakan di ibukota Lima, Peru. "Pesan sidang ini adalah demokrasi karena menggambarkan kebebasan di zaman sekarang. Perwujudan demokrasi antar bangsa dan dalam negeri adalah dengan menegakkan pembagian kekuasaan negara, menjamin kebebasan pers, partai bebas, pemilu bebas. Semua itu harus menjadi patokan dialog kita.“

Dalam sidang ini masalah bilateral antara negara-negara tertentu juga akan dirundingkan. Presiden Argentinia, Cristina Fernández de Kirchner mengingatkan PM baru Inggris David Cameron pada perang perebutan kepulauan Falkland atau Malvinas, antara Argentinia dan Inggris 30 tahun lalu. "Kami mohon untuk membuka kembali perundingan terkait kedaulatan kepulauan Malvinas dan agar resolusi PBB tahun 1965 diterapkan, yang sampai sekarang tidak dilaksanakan. Kami adalah negara yang mencintai perdamaian.“

Namun PM Inggris Cameron tidak hadir di Madrid, begitu juga PM Italia Silvio Berlusconi. Walaupun kepala negara dan pemerintah penting lainnya seperti Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang hanya hadir di latar belakang, menunjukkan bahwa sidang ini di pihak Eropa sangatlah penting bagi Spanyol.

Christoph Hasselbach / Andriani Nangoy

Editr: Hendra Pasuhuk