1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

KTT G7 Bahas Krisis Ekonomi hingga Perangi Jihadis

KTT G-7 di Jerman akan membahas tema dengan spektrum luas. Mulai dari masalah ekonomi global, krisis utang Yunani, konflik Ukraina dengan Rusia hingga memerangi kelompok jihadis.

Kelompok tujuh negara industri maju dalam KTT G-7 di Jerman yang akan dimulai Minggu (07/06) tetap memposisikan diri sebagai pencari solusi beragam masalah global. KTT yang kali ini tidak menyertakan Rusia, akan membahas tema mulai dari masalah ekonomi global, perlindungan iklim, krisis utang Yunani, konflik Ukraina dengan Rusia, pandemi hingga memerangi kelompok jihadis.

Pertemuan puncak para kepala negara dan kepala pemerintahan dari AS, Kanada, Jerman, Inggris, Jepang, Perancis dan Italia itu akan digelar selama dua hari di Istana Elmau di negara bagian Bayern di selatan Jerman. Sekitar 25.000 petugas polisi disiagakan untuk mengamankan istana tempat digelarnya konferensi puncak itu hingga radius 7 km.

KTT G-7 selama dua hari di Jerman, seperti KTT sebelumnya memang tidak akan membuat keputusan melainkan hanya rekomendasi. Yang paling menarik perhatian dalam KTT kali ini adalah tidak diundangnya presiden Rusia, Vladimir Putin serta kemungkinan sanksi terhadap Rusia gara-gara krisis di Ukraina yang akan membuka KTT.

Aksi protes membarengi

Seperti sudah jadi tradisi KTT G-7 aksi protes juga membarengi pertemuan puncak itu. Para pengritik sejak awal sudah melontarkan skeptismenya terkait tema perlindungan lingkungan serta kiprah penanggulangan krisis ekonomi global.

Sekitar 35.000 demonstran dilaporkan menggelar aksi protes damai di München, ibukota negara bagian Bayern menentang KTT tersebut. Aksinya terutama memprotes rencana kesepakatan zona perdagangan bebas trans Atlantik antara Uni Eropa dengan AS dan Kanada-TTIP.

Sementara ini di kota Garmish-Partenkirchen dekat lokasi digelarnya KTT, ribuan demonstran juga bersiap melakukan aksinya menentang pertemuan puncak itu. Para demonstran juga mengritik lambannya kepala negara dan kepala pemerintahan G-7 menanggapi isu perlindungan iklim. Dengan memandang ke KTT Iklim yang akan digelar di Paris akhir tahun ini, para demonstran menuntut agar negara industri maju memenuhi kewajibannya dalam perlindungan iklim.

as/vlz (rtr,af,dpa)

Laporan Pilihan