1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Krisis Korea: Cina Kritik Sanksi Baru AS Terhadap Perusahannya

Cina meyatakan sanksi baru AS yang menargetkan perusahaan-perusahaan Cina terkait Korea Utara "tidak akan membantu" kerjasama dengan Beijing dalam krisis nuklir.

Cina hari Rabu (23/8) mengeritik sanksi baru AS yang menargetkan perusahaan-perusahaan Cina yang berbisnis dengan Korea Utara. Departemen Keuangan AS sehari sebelumnya menetapkan sanksi baru terhadap serangkaian individu dan perusahaan Cina dan Rusia  menuduh mereka mendukung program nuklir Korea Utara.

Presiden Donald Trump beberapa kali mendesak Cina untuk berbuat lebih banyak dalam meyakinkan sekutunya Korea Utara agar meninggalkan program rudal nuklir dan balistiknya.

"Tindakan AS tidak akan membantu penyelesaian masalah serta saling percaya dan kerjasama dengan Cina," kata juru bicara kementerian luar negeri Hua Chunying dalam sebuah konferensi pers.

"Kami mendesak pihak AS untuk menghentikan kesalahan ini dan memperbaikinya," katanya.

Pawai militer Korea Utara di ibukota PyongyangNordkorea Militärparade Symbolbild (Getty Images/AFP/E. Jones)

Pawai militer Korea Utara di Pyongyang, April 2017

Pada saat yang sama, Hua mengatakan situasi yang "sangat menegangkan" di Semenanjung Korea "telah menunjukkan beberapa tanda mereda" berkat upaya terpadu berbagai pihak, meskipun "tetap sangat kompleks dan sensitif".

Pernyataan itu dibuat beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson memberi isyarat bahwa pembicaraan dengan Korea Utara mungkin dilakukan "dalam waktu dekat".

Trump kemudian mengatakan dalam sebuah pidato, pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un "mulai menghormati" Amerika Serikat.

Hua memperbarui seruan Beijing untuk perundingan damai dan untuk Korea Utara dan AS untuk "menahan diri".

"Kami juga mencatat bahwa banyak pemimpin negara juga mengatakan bahwa masalah semenanjung Korea harus diselesaikan dengan damai. Cina kembali menyerukan dialog, perdamaian dan deeskalasi, ketimbang konfrontasi, perang dan provokasi bersama, mewakili suara umum masyarakat internasional," lanjut jurubicara kementerian luar negeri Cina Hua Chunying

Südkorea Gemeinsame Militärübung mit der USA (Getty Images/AFP/Jung Yeon-Je)

Latihan militer bersama AS-Korea Selatan di Pohang, Juli 2016

Ketegangan agak mereda sejak pimpinan Korut KimJong Un menghentikan untuk sementara rencana serangan rudal ke wilayah Pasifik AS di Guam. Namun Pyongyang hari Rabu menegaskan telah mencapai kemajuan teknologi yang signifikan dalam program rudalnya.

Sanksi baru yang diberlakukan AS merupakan bagian dari upayanya yang lebih luas untuk mengganggu arus dana program senjata Korea Utara. Ini adalah kedua kalinya sejak Juni bahwa Washington telah menargetkan entitas Cina yang terkait dengan Korea Utara.

Cina mendukung sanksi PBB yang baru terhadap Korea Utara awal bulan ini dan mengumumkan pekan lalu bahwa pihaknya melarang impor besi, bijih besi dan makanan laut dari tetangganya.

hp/ (afp, rtr, dpa)

 

Laporan Pilihan