1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Krisis Anggaran Desak Penarikan Militer AS dari Afghanistan

Bulan Juli, Amerika Serikat mulai bertahap menarik pasukannya dari Afghanistan. Di bawah tekanan krisis keuangan, tampaknya kini Washington didesak untuk mempercepat proses penarikan pasukannya dari Afghanistan.

default

Presiden Obama sambut personil militer yang baru kembali dari Afghanistan (06/05)

Dalam pemerintahan Barack Obama timbul sengketa tentang waktu yang dibutuhkan untuk penarikan pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan, demikian laporan harian Washington Post. Akibat anggaran penugasan militer 120 milyar Dollar per tahunnya dan besarnya kekurangan dana Amerika Serikat, pejabat tinggi di lingkungan Wakil Presiden Joe Biden meminta dipercepatnya proses penarikan pasukan. Demikian ditulis harian Washington Post.

Dalam wawancara televisi awal Mei lalu, Presiden Barack Obama mengatakan, "Kita dapat mengkonsentrasikan diri terhadap Al Qaida dan ancaman terhadap negara kita dan mendidik warga Afghanistan agar mereka dapat menstabilkan negaranya. Tapi di sana untuk jangka panjang kita tidak perlu menempatkan diri seperti dalam konteks yang sekarang."

Bulan Juli mendatang Presiden Obama sudah akan menarik pasukan pertamanya dari Afghanistan. Sampai akhir 2014 penarikan pasukan diharapkan selesai. Tapi selama ini belum ditetapkan seberapa cepat proses penarikan tersebut. Biaya pasukan di Afghanistan memang menjadi penentunya. Juga dalam suatu dengar pendapat, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates mengakui masalah anggaran militer ini,"Kunci untuk penghematan dan variabel yang paling baik prognosanya adalah, penarikan pasukan dari Afghanistan."

Tahun ini, 113 milyar Dollar anggaran militer dikucurkan untuk pasukan Amerika Serikat di Afghanistan, dan tahun 2011, sekitar 110 milyar dollar. Jumlah pengeluaran anggaran ini ingin dikurangi oleh kedua dewan pada kongres Amerika Serikat. Senator John Kerry ketua Komisi Luar Negeri dari partai demokrat menyatakn. "Kami harus kembali mempertanyakan, apakah strategi kami di Afghanistan berkelanjutan."

Kerry memperoleh dukungan dari pusat kajian independen Counsel of Foreign Relations. Richard Haas, mantan diplomat dan ketua pusat kajian itu mengatakan, "Afghanistan menyerap lebih banyak sumber daya ekonomi, militer, manusia, diplomatik dan politik dibanding bidang lainnya. 120 milyar Dollar per tahun, seperenam atau sepertujuh dari anggaran pertahanan. Ini tidak bisa dipertahankan."

Tapi banyak hal yang menahan percepatan penarikan militer Amerika Serikat dari Afghanistan. Mereka takut penarikan cepat dari Afghanistan dapat merangsang Taliban untuk melakukan kesepakatan dengan pemerintah Afgahnistan. Selain itu dikhawatirkan, penarikan pasukan secepatnya tidak hanya memperkecil personil pada pangkalan militer Amerika Serikat melainkan seluruh kawasan harus bergegas dipercayakan kepada warga Afghanistan.

Ini semua bukan hal baru. Yang baru hanyalah kecepatan penarikan pasukan dikaitkan dengan kosongnya anggaran Amerika Serikat, dan bukannya dengan konsekuensi dari perkembangan militer saat ini. Hal ini sama sekali tidak cocok dengan Gedung Putih. Selasa (31/05) lalu juru bicara Presiden Obama, Jay Carney, membantah spekulasi tersebut, "Sasaran strategisnya tetap menghancurkan Al Qaida, membubarkan dan menumpasnya. Serta menjamin bahwa Afghanistan tidak lagi menjadi tempat persembunyian teroris. Ini tetap menjadi prioritas sang presiden, jika ia mengambil keputusan tentang kecepatan dan konteks penarikan pasukan."

Obama tidak punya banyak waktu, karena bulan Juli depan penarikan pasukan sudah dimulai.

Rüdiger Paulert/Dyan Kostermans

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan