1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Korut Tembakkan Rudal Jarak Dekat

Korea Utara kembali mengujicoba peluru kendali jarak pendek. Dua rudal ditembakkan ke laut lepas. Manuver tersebut adalah jawaban Pyongyang atas program latihan militer bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Sejak Kamis (27/2) Korea Utara telah menembakkan empat peluru kendali jarak dekat. Kabar tersebut berasal dari informasi yang dipublikasikan oleh pemerintah Korea Selatan di Seoul. Sebelumnya Amerika Serikat dan Korea Selatan bersikeras tetap menggelar latihan militer bersama, kendati mendapat protes dari jiran di utara.

Manuver militer kedua negara akan berlangsung hingga 18 April dan melibatkan sekitar 12.700 serdadu. Seoul dan Washington berulangkali menekankan, latihan bersama itu murni untuk pertahanan dan sebagian besar berlangsung dalam bentuk simulasi komputer.

Tahun lalu pemerintah Pyongyang beraksi dengan melayangkan ancaman serangan nuklir jika kedua negara bersikeras menggelar latihan militer bersama.

Belum Ada Perjanjian Damai

Hingga saat ini Korea Utara dan Selatan masih dalam status perang. Perang Korea yang terjadi antara 1950 hingga 1953 berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata. Namun begitu kedua pihak belum pernah menandatangani perjanjian perdamaian.

Akhir Februari silam pemerintah di Seoul dan Pyongyang menyepakati program reuni keluarga untuk penduduk di kedua negara. Program tersebut pertamakali digelar setelah dibekukan selama tiga tahun.

Jutaan orang Korea terpisah oleh perang 1950-1953, dan sebagian besar telah meninggal dunia tanpa bisa berhubungan dengan saudara-saudara mereka yang selamat namun terpisah. Program ini dimulai sejak tahun 2000 sebagai bagian dari upaya normalisasi hubungan.

Kejahatan Kemanusiaan

Sebelumnya Korea Utara kembali mendapat sorotan menyusul laporan Perserikatan Bangsa-bangsa terkait situasi kemanusiaan di semenanjung Korea. Laporan tersebut menuding rejim di Pyongyang telah melakukan kejahatan berat HAM.

Korea Utara antara lain diduga melakukan pembunuhan dan penyiksaan secara sistematis di kamp-kamp kerja paksa. Pakar PBB menilai, model kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Pyongyang belum pernah terjadi dalam sejarah modern pasca Perang Dunia kedua.

rzn/ml (dpa,rtr)