1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Korsel dan AS Latihan Perang Darat Gertak Korut

Korea Selatan dan Amerika Serikat gelar latihan perang darat bersama yang libatkan 1300 serdadu marinir. Operasi militer ini merupakan demonstrasi kekuatan terhadap Korea Utara.

Tonton video 00:47

Korsel dan AS Latihan Perang Darat Gertak Korut

Provokasi Korea Utara tanggal 22 Juni silam meluncurkan dua peluru kendali jarak menengah Musudan, dijawab langsung dengan gertakan militer oleh negara tetangganya.
Korea Selatan Rabu ini menggelar latihan perang bersama pasukan infanteri marinir Amerika Serikat di Pohang melibatkan puluhan tank, beberapa pesawat tempur serta 1300 serdadu dari kedua negara.
"Korea utara sebagai ujung tombak kekuatan pemukul aliansi dengan Amerika Serikat menyiapkan diri menghadapi ancaman militer dari musuk bersama", ujar Kim Hoi-Min, komandan pasukan reaksi cepat marinir Korea Selatan saat latihan perang di Pohang sejarak 360 km di selatan ibukota Seoul.
Kim menegaskan, militer Korsel siap menghukum musuh yang mengancam keamanan nasional negaranya.
Jawab provokasi Korut
Seluruhnya Amerika Serikat menempatkan 28.500 serdadunya di Korea Selatan sebagai tenaga bantuan. Sementara tuan rumah Korea Selatan memiliki sekitar 600.000 serdadu aktif.
Negara komunis Korea Utara diketahui memiliki serdadu 1,2 juta orang atau dua kali lipat negara tetangganya di selatan.
Pemimpin baru Korea Utara, Kim Jong Un dalam beberapa bulan belakangan secara provokatif terus mendemonstrasikan kekuatan militer negaranya.
Ujicoba rudal Musudan yang diklaim sukses, memicu kecemasan terkait daya pukul senjata atom negara komunis itu. Roket berdaya jelajah hingga 1.500 km itu disebut-sebut bisa dimuati hulu ledak nuklir.
Hubungan kedua Korea kembali tegang, setelah bulan Januari lalu, Pyongyang lagi-lagi melakukan ujicoba senjata nuklirnya yang disebutkan setaran dengan kekuatan bom Hidrogen.
Korea Selatan dan Korea Utara setelah perang Korea 1953 tidak pernah menjalin perjanjian damai dan hanya meratifikasi kesepakatan gencatan senjata.
as/ap(rtrttv,aptn,ebu)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait