1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Korea Utara Tolak Batalkan Ujicoba Roket

Sengketa Korea Utara masih menjadi topik utama pada hari kedua KTT Nuklir di Seoul. Namun, negara yang menjadi bahan pembicaraan seakan tidak terpengaruh.

Korea Utara tidak disebut-sebut dalam pidato pengantar para pemimpin negara Cina, Amerika Serikat dan Korea Selatan pada pembukaan KTT Nuklir hari kedua, Selasa (27/3). Namun, dalam pertemuan antar kepala negara di luar KTT, ujicoba peluncuran roket Korea Utara tetap menjadi fokus.

Korsel, Italia, Jepang kecam rencana peluncuran Korea Utara

Lee Myung-Bak Präsident Südkorea Archivbild 2008

Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak

Presiden Korsel Lee Myung-bak bertemu perdana menteri Italia Mario Monti. Kantor kepresidenan Lee menyatakan, keduanya mendesak Korea Utara untuk membatalkan rencana peluncuran tersebut. Lee juga menegaskan kepada Monti, Korea Utara akan segera mendapat bantuan dari negaranya, jika negara itu membuka diri seperti Vietnam dan Cina.

Perdana menteri Jepang Yoshihiko Noda juga menuntut hal yang sama dari Korea Utara. Urusan pers kantor kementrian luar negeri Jepang mengutip pernyataan Noda yang telah dipersiapkan sebelumnya : "Peluncuran roket dengan bantuan satelit menentang usaha non proliferasi dari komunitas internasional."

"Tidak akan abaikan hak meluncurkan satelit damai"

Namun, Korea Utara seperti tidak terpengaruh dengan semua pernyataan tersebut. Selasa (27/3), seorang juru bicara kementrian luar negeri Korea Utara membalas kritikan presiden Amerika Serikat Barack Obama. Sebelumnya, Obama mengatakan, pemerintah Amerika Serikat menganggap ujicoba peluncuran adalah usaha menutup-nutupi perakitan senjata nuklir. Obama memperingatkan, Korea Utara akan semakin terisolasi jika meneruskan peluncuran tersebut. Kepada kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, juru bicara tersebut menegaskan, Obama harus menghentikan "cara berpikir yang kontroversial". Menurutnya, "Kami tidak akan pernah mengabaikan hak kami untuk meluncurkan satelit dengan tujuan damai. Ini hak legitim negara berdaulat dan langkah penting bagi perkembangan ekonomi."

11 hari yang lalu, Korea Utara secara mengejutkan mengumumkan rencana ujicoba peluncuran roket, tidak lama setelah pemerintah di Pyongyang dan Washington menyetujui kesepakatan "bantuan bagi penghentian nuklir" yang dianggap sebagai langkah kemajuan dalam sengketa nuklir dengan Korea Utara. Kini, Amerika Serikat memperingatkan, peluncuran tersebut akan membahayakan kesepakatan kedua negara.

Korea Utara kerap berusaha mendapat bantuan pangan, minyak dan konsesi lainnya sebagai timbal balik janji pelucutan senjata. Kesepakatan Korea Utara dengan Amerika Serikat juga dianggap oleh para pengamat sebagai usaha memastikan lebih banyak bantuan bagi negara itu.

Vidi Legowo-Zipperer (afp, ap rtr)

Laporan Pilihan