1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Korban Tewas di Marawi Mencapai 500 Orang

Setidaknya 500 orang meninggal dunia selama pertempuran di Marawi. Namun media-media nasional menyebut angka korban tewas dari warga sipil telah menembus 2.000 orang.

Jumlah korban tewas dalam perang antara militan Islam dan militer Filipina di Marawi kini menembus angka 500 orang. Sebanyak 90 korban jiwa merupakan serdadu, 39 adalah warga sipil dan setidaknya 381 korban tewas merupakan gerilayawan Islam, klaim Brigadir Jendral Restituo Padilla.

Namun pemerintah di Manila juga membantah angka korban jiwa sebesar 2.000 warga sipil yang diberitakan media nasional. Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengimbau penduduk agar tidak membagikan "laporan tidak terverifikasi" yang bisa "memicu sikap panik dan kebingungan," di antara masyarakat.

"Informasi semacam itu tidak cuma mengganggu operasi yang sedang berlangsung, tetapi juga merugikan perekonomian dan citra Filipina di mata dunia internasional," tuturnya. Ia menepis kekhawatiran masyarakat tentang perpanjangan masa berlaku darurat militer. Parlemen di Manila sebelumnya mengusulkan agar pemerintah memperpanjang status darurat di selatan Mindanao untuk lima tahun kedepan.

Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan status darurat di Mindanao selama 60 hari untuk mempermudah operasi militer melawan militan Islam di Marawi. Masa berlaku dekrit tersebut akan berakhir dalam 10 hari ke depan.

Lorenzana mengatakan darurat militer merupakan "kekuasaan istimewa presiden sebagai panglima tertinggi militer yang hanya digunakan jika keamanan nasional terancam."

"Konstitusi kita mencakup pembatasan agar hukum tersebut tidak disalahgunakan karena dampaknya pada ketertiban dan keamanan negeri, perekonomian, perdagangan, pariwisata dan kehidupan masyatakat", imbuhnya. Sejauh ini pemerintah di Manila belum mengindikasikan bakal memperpanjang status darurat di Mindanao.

rzn/yf (dpa,ap)

 

Laporan Pilihan