1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Korban Laporkan Perkosaan Baru Di India

Perkosaan massal kembali terjadi di India empat minggu setelah seorang mahasiswi tewas Desember lalu akibat tindakan serupa. Enam tersangka pelaku sudah ditangkap.

Ada kemiripan dalam kedua kasus perkosaan itu. Menurut kepolisian India, kedua perempuan menjadi korban ketika menumpangi bis. Kali ini seorang perempuan berusia 29 tahun berada di dalam bis menuju rumah mertuanya di negara bagian Punjab. Dalam perjalanan, supir dan kenek memaksa si perempuan ikut naik motor ke sebuah tempat sepi dekat kota Amritsar. Di sana bersama lima lelaki lain, sepanjang malam mereka bergantian memperkosa perempuan yang namanya dirahasiakan itu. Baru hari berikutnya korban dilepaskan di desa mertuanya.

Banyak korban mulai berani melaporkan perkosaan setelah kasus brutal Desember lalu memicu gelombang kemarahan masyarakat India, yang menuntut perbaikan keamanan bagi kaum perempuan dan hukuman lebih berat bagi pelaku.

Kasus kali ini terjadi Sabtu (12/01) malam. Salah seorang tersangka meninggalkan dia di desa tujuan dan sang korban menceritakan perihal itu kepada mertuanya. Begitu dikatakan juru bicara kepolisian, Raj Jeet Singh. Belum diketahui seberapa berat luka-luka yang ditanggungnya. Enam orang tersangka pelaku sudah ditahan, sedikitnya satu orang lagi masih buron.

Indien Vergewaltigung sexuelle Gewalt Angeklagte Punjab

Tersangka pelaku ditutupi mukanya

Partap Singh Bajwa, seorang politisi Punjab, mengecam polisi lalai melakukan pengamanan dan sembrono saat memeriksa bis malam di negara bagian itu.

Ibu Korban Tuntut Hukuman Mati

Kasus sebelumnya, yaitu perkosaan brutal tanggal 16 Desember, 2012 di New Delhi telah memicu gelombang kemarahan masyarakat India. Ribuan orang turun ke jalan menuntut penghargaan hak azasi perempuan.

Lima tersangka pemerkosa dalam kasus ini kini tengah diadili. Bila terbukti bersalah mereka terancam hukuman mati. Mereka dituntut antara lain untuk pembunuhan, pemerkosaan dan penculikan. Sementara tersangka keenam dihadapkan ke Pengadilan Anak, karena masih di bawah umur.

Ibu dari korban tewas dalam kasus itu menuntut dijatuhkannya hukuman mati bagi ke enam pelaku. Dalam wawancara dengan harian „The Indian Times“, ia mengatakan bahwa pelaku yang di bawah umur juga patut dihukum mati. Dilaporkan, bahwa di antara keenam pelaku, tersangka termuda ini paling brutal.

ek/zr (afp,dapd, ARD)

Laporan Pilihan