1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Konsultasi Pemerintahan Jerman dengan India

Rabu (10/4) dan Kamis (11/04) PM India Singh berkunjung ke Berlin. Dalam pertemuan dengan Kanselir Merkel perdagangan bebas diduga menjadi tema utama pembicaraan kedua negara.

Bundeskanzlerin Angela Merkel (CDU) wird am Dienstag (31.05.2011) in Neu Delhi vom indischen Premierminister Manmohan Singh im Gästehaus der Regierung Hyderabad House begrüßt. Kanzlerin Merkel trifft mit Bundesministern und Staatssekretären zu den ersten deutsch-indischen Regierungskonsultationen mit Amtskollegen aus Indien zusammen. Foto: Steffen Kugler dpa +++(c) dpa - Bildfunk+++

Kanselir Merkel dan PM Singh

India adalah salah satu negara pertama yang mengakui Jerman dari segi diplomatik dan mendukung kuat penyatuan Jerman 1990. "India dan Jerman sepakat pada banyak bidang politik dan diplomasi internasional," demikian Prof. R.K Jain dari Universitas Jawaharlal di New Delhi kepada DW. "Kedua pihak berniat punya kursi tetap di Dewan Keamanan PBB. Mereka saling bekerjasama dalam proses G-20." Kedua negara akan menggelar konsultasi pemerintahan kedua. Selain India, pertemuan semacam itu dilakukan Jerman hanya dengan Cina dan Israel.

Harapan Jain dari pertemuan di Berlin, agar itu dimanfaatkan untuk memajukan kerjasama di bidang lainnya seperti teknologi lingkungan bersih dan energi alternatif, termasuk energi atom. "India punya program nuklir berambisi. Harus ada diskusi tentang andil perusahaan Jerman untuk ini." Perancis sudah sejak beberapa tahun membahas tentang investasi besar energi atom bertujuan sipil di India.

Fokus dalam Hubungan Dagang

A security man walks past a Volkswagen Polo at its new factory in Chakan, near Pune, India, Saturday, Dec. 12, 2009. Volkswagen AG started production of its first compact car in India on Saturday, hoping to capture up to 10 percent of the country's fast-growing automobile market within the next six years, the company said. The factory, opened earlier this year, is part of a 580 million euros (US$846.8 million) investment, which the company says is a key element in its India strategy. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Pabrik Volkswagen (VW) di Pune, India

Tema bahasan penting lainnya adalah hubungan perdagangan. Dalam putaran pertama konsultasi bilateral di New Delhi Mei 2011, Kanselir Jerman Angela Merkel dan PM Manmohan Singh menekankan keinginannya, untuk meningkatkan volume perdagangan dari sekitar 15 miliar Euro menjadi 20 miliar Euro sampai akhir 2012. Akhir tahun 2011, volume perdagangan tercatat 18 miliar Euro. Jerman saat ini berada di posisi ke-7 negara pemasok India. Permintaan India akan mesin-mesin Jerman, meliputi kira-kira 30 persen nilai ekspor ke India sesudah teknologi elektronik. Sebaliknya India memasok tekstil, kulit dan bahan pangan ke Jerman, selain itu juga semakin banyak produk kimia, produk metal serta teknologi elektro.

Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa

Namun untuk mempertahankan volume hubungan dagang yang tinggi perlu lebih banyak yang dilakukan. Bernhard Steinrücke, Dirjen Kamar Dagang dan Industri Jerman-India menunjuk hal ini terkait pembicaraan agenda penting, yakni rencana perdagangan bebas antara Uni Eropa dan India. "Pemerintah Jerman akan menekankan, perjanjian perdagangan bebas antara India dan Uni Eropa punya arti terpenting bagi India dan Eropa juga bagi Jerman," kata Steinrücke kepada DW. Ini tidak akan gagal di pihak India, jaminan Prof. Jain. "India akan berusaha meyakinkan Jerman agar melakukan tekanan terhadap Uni Eropa guna tercapainya kesepakatan ini."

Perusahaan otomotif besar seperti Mercedes, Volkswagen (VW), BMW atau Siemens sudah lama eksis di India. India menjanjikan dari perjanjian perdagangan bebas itu, lebih kuatnya kehadiran perusahaan menengah Jerman. "Perusahaan ini punya Know -how yang unggul di dunia, dan India ingin agar perusahaan ini juga berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi di India." Hal positif bagi Bernd Steinrücke, "Industri Jerman mengharap, kunjungan tersebut berarti penting bagi investasi Jerman di sektor ekonomi serta bidang ilmiah di India."

In this photo taken on April 7, 2009, a textile worker works at a garment factory in Erode about 120 kilometers (74.5 miles) east of Coimbatore, India. For years, textile jobs helped tens of millions of Indians clamber onto the bottom rungs of the nation's fast-expanding middle class. Now, the global economic meltdown is pushing them and many others back into poverty. (AP Photo/Aijaz Rahi)

Produk tekstil India banyak diekspor ke Jerman

Dalam kaitan ini pihak Jerman dapat menegaskan minatnya akan tenaga ahli dari India. Namun di India ungkapan dalam kampanye 2005 dari Partai Uni Kristen Demokrat CDU "Anak-anak bukannya warga India" tidak terlupakan. Karena itu politisi India mengamati penuh upaya Jerman untuk merekrut tenaga kerja ahli dan ilmuwan dari India.

Sementara ini kedua negara menghadapi pemilu parlemen, di Jerman September mendatang, di India 2014. Namun Bernd Steinrücke tidak berpikir, bahwa pemilu dapat berdampak besar terhadap hubungan kedua negara.

Laporan Pilihan