1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Konsultasi Atom Iran Masuk Tahap Menentukan

Konsultasi Atom Iran dengan enam kekuatan dunia dimulai lagi hari Rabu (14/05) di Wina. Pertemuan itu akan merampungkan kerangka kesepakatan untuk membatasi kegiatan nuklir Iran.

Perundingan diplomatik antara enam kekuatan dunia dan Iran memasuki fase menentukan hari Rabu dengan pertemuan selama tiga hari di Wina, Austria. Pembicaraan ini akan menentukan kerangka kesepakatan dengan Iran tentang program atomnya.

Dalam dua bulan ke depan, Iran dan kelompok yang disebut sebagai P5+1 akan menetapkan rincian kesepakatan itu. P5+1 terdiri atas lima kekuatan nuklir Amerika Serikat, Rusia, Cina, Perancis, Inggris, ditambah dengan Jerman yang mewakili Uni Eropa.

Diplomat dari kedua belah pihak sebelumnya menekankan, mereka akan berusaha menyelesaikan semua masalah yang masih diperdebatkan, sebelum mencapai batas waktu 20 Juli. Negara-negara barat melonggarkan sanksi terhadap Iran dengan syarat, ada kesepakatan sampai batas waktu tersebut.

Perundingan rumit

Kalangan diplomatik di Wina mengingatkan, dua bulan adalah waktu yang singkat untuk merampungkan kesepakatan dengan Iran.

"Sejujurnya, ini adalah perundingan yang sangat, sangat rumit", kata seorang pejabat Amerika Serikat. Ia menambahkan, dengan menyelesaikan rancangan kesepakatan, belum tentu bisa dihasilkan perjanjian yang akhirnya dapat disetujui semua pihak.

Michael Mann, jurubicara pejabat luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton menerangkan, para diplomat "sudah melakukan diskusi awal yang menjanjikan" pada Rabu pagi.

"Kami sekarang berharap bisa masuk ke fase negosiasi, dan kami akan bersama-sama menjabarkan, apa saja yang perlu ditetapkan dalam perjanjian itu. Semua pihak punya komitmen yang tinggi untuk merampungkan itu", jelasnya.

Ancaman Israel

Israel beberapa kali mengancam akan menyerang instalasi atom Iran, jika Iran tidak menghentikan program nuklir yang bertujuan membuat senjata atom. Iran sampai saat ini membantah sedang membuat senjata atom, dan bersikeras penelitian nuklir hanya dilakukan untuk kepentingan sipil.

Menteri luar negeri Iran Javad Zarif dalam putaran konsultasi terakhir bulan April lalu mengatakan, kesepakatan sudah dicapai dalam "50 sampai 60 persen isu yang dibahas".

Konsultasi atom dengan Iran dimulai sejak bulan November tahun lalu dengan perjanjian bahwa Iran akan membekukan sebagian kegiatan atomnya selama jangka waktu enam bulan. Sebagai imbalannya, barat meringankan sanksi terhadap negara itu. Batas waktu enam bulan ini akan berakhir 20 Juli mendatang.

Hubungan Iran dan barat mulai mencair sejak presiden Hassan Rouhani memenangkan pemilu presiden tahun yang lalu.

hp/rn (afp, dpa, rtr)

Laporan Pilihan