1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Kongres AS Setujui Paket Keringanan Pajak

Kongres Amerika Serikat memutuskan perpanjangan keringanan pajak pendapatan. Keputusan ini merupakan kemenangan bagi Presiden Obama, sementara partai Republik mengakui telah salah langkah.

Image #: 13072363 President Barack Obama addresses a Joint Session of the United States Congress to deliver his State of the Union address at the US Capitol building in Washington, DC on January 25, 2011. MAI/Sandy Schaeffer /Landov

Kongres Amerika Serikat

Natal di ambang pintu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mencatat keberhasilan politik. Kedua kamar dari Kongres AS hari Jumat (23/12) menyetujui perpanjangan keringanan pajak pendapatan selama dua bulan. Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya menghentikan blokade menentang rancangan Undang-Undang terkait. Tanpa kesepakatan ini, mulai 1 Januari 2012, pajak pendapatan sedianya naik dua persen.

Dalam sebuah pernyataan singkat di Gedung Putih usai penandatanganan UU itu, Obama mengungkapkan kegembiraannya bahwa kompromi untuk meringankan pajak bagi jutaan golongan menengah Amerika telah tercapai. "Bila Kongres kembali bertugas, saya sarankan dengan sangat untuk bekerja sama dengan baik, tanpa penundaan untuk mencapai kesepakatan keringanan pajak selama setahun, dan mendukung dana bantuan bagi pengangguran sepanjang tahun 2012", tambah Obama.

President Barack Obama delivers a statement in the Brady Press Briefing Room at the White House in Washington, Saturday, Dec. 17, 2011, following the Senate vote to approve legislation extending a Social Security payroll tax cut and long-term jobless benefits for two months. Obama says it would be inexcusable for Congress not to extend a payroll tax cut for the rest of 2012 when lawmakers return from their holiday break. (Foto:Manuel Balce Ceneta/AP/dapd)

Presiden AS Barack Obama

Dampak positif bagi semua orang

Kompromi hari Jumat itu juga mencakup bantuan berikutnya bagi pengangguran Amerika yang berjumlah sekitar dua juta orang. Presiden AS melanjutkan bahwa tindakan itu benar karena semakin banyak uang dibelanjakan oleh semakin banyak warga Amerika akan memicu kegiatan ekonomi yang mempekerjakan semakin banyak karyawan dan mendukung semua orang.

Pimpinan partai Republik harus mengalah karena tekanan yang semakin meningkat dan hari Jumat akhirnya memutuskan untuk memperpanjang keringanan pajak bagi sekitar 160 juta warga Amerika. Dan dengan begitu mengijinkan Obama untuk mengakhiri tahun 2011 dengan kemenangan setelah dijegal partai Republik selama berbulan-bulan.

Setelah pernyataan singkat di Gedung Putih, Presiden Obama meninggalkan Washington menuju Honolulu, Hawaii, bergabung dengan isteri dan kedua putrinya untuk merayakan hari Natal beberapa hari di pulau itu.

Former Speaker of the House Nancy Pelosi congratulates Speaker of the House-designate Rep. John Boehner (R-OH) on the floor of the House chamber after a roll call votes on the election of the next Speaker January 5, 2011 in Washington, DC. The 112th U.S. Congress will be sworn-in today, with Republican legislators taking control of the House of Representatives and expected to begin attempts to dismantle portions of U.S. President Barack Obama's legislative agenda. Photo by Olivier Douliery/ ABACAUSA.com

Bekas Ketua DPR AS, Nancy Pelosi dan ketua saat ini, John Boehner

Popularitas Obama meningkat

Sementara itu, kubu Republik menyatakan khawatir karena waktu perpanjangan dianggap pendek serta mendesak agar mencari penyelesaian untuk jangka yang lebih panjang. Tidak ada dana bagi keringanan pajak semacam itu dan hanya akan membuat defisit anggaran pemerintah meningkat. Para Senator Republik memperhitungkan, biaya paket perpanjangan keringanan pajak itu berkisar antara 23 hingga 30, 6 milyar Euro.

Upaya Obama untuk meringankan pajak pada tiga bulan terakhir membuat popularitasnya meningkat, sedangkan dukungan masyarakat terhadap kubu Republik menurun. Perlawanan partai Republik dinilai "secara politik tidak begitu pintar", demikian diakui Ketua Republik di DPR, John Boehner.

Christa Saloh-Foerster/dapd/afpe

Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan