1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Konferensi WTO di Bali Jadi Peluang Terakhir?

Konferensi WTO di Bali dimulai. Wakil yang hadir akan berupaya mengatasi halangan bagi perdagangan bebas. Namun, bagaimana jika gagal?

Konferensi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang ke-9 dimulai Selasa (03/12/13) di Bali. Delegasi dari 159 anggota WTO memiliki tugas berat pada pertemuan taraf menteri itu. Mereka harus berhasil menyelamatkan hasil pembicaraan dari apa yang disebut "Perundingan Doha".

Dari pertemuan itu seyogyanya timbul impuls bagi perkembangan ekonomi, yang mendatangkan keuntungan bagi negara berkembang dan negara industri maju. Para pakar menduga, perdagangan bebas di seluruh dunia akan menciptakan lebih dari 20 juta lapangan kerja baru, dan 18 juta di antaranya akan berada di negara-negara berkembang.

Proses yang dimulai 2001 di Qatar mencakup pembukaan pasar di seluruh dunia dan penghapusan pembatasan perdagangan. Perundingan Doha sejauh ini tidak sukses. Alasan utamanya adalah kepentingan dan minat yang berbeda-beda antara negara industri dan negara berkembang.

India Dianggap Kuncinya

World Trade Organization WTO Genf Generaldirektor Roberto Azevedo

Direktur Jenderal WTO, Roberto Azevedo

Di Bali para wakil negara-negara anggota hendak merumuskan dan menyepakati sebuah paket tindakan, yang akan menggerakkan kembali proses yang berawal pada perundingan Doha. Tetapi apakah itu akan berhasil, sejauh ini tidak jelas. Direncanakan, perdagangan akan dipermudah lewat sistem cukai yang lebih sederhana. Selain itu subsidi pertanian akan dikurangi, dan pemberian bantuan bagi negara-negara yang paling miskin.

Dalam pertemuan terakhir, India menjadi hambatannya, karena tidak setuju jika subsidi pemerintah untuk bahan pangan dibatasi untuk kurun waktu tertentu. Jika India sekarang pun tidak mau melunakkan sikap, kesepakatan tidak akan tercapai. Karena AS diduga tidak akan mengubah sikap lagi. Tetapi semakin lama hasil perundingan Doha dibicarakan, semakin kecil kesempatan WTO untuk berhasil.

AS sudah lama mengambil langkah sendiri, yaitu dengan cara menandatangani kerjasama bilateral dan regional. Cina juga berunding dengan negara-negara Asia Tenggara, dan Uni Eropa mungkin dalam waktu dekat juga akan berunding dengan AS.

ml/vlz (dpa, epd, afpd, rtrd)

Laporan Pilihan