1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Konferensi Iklim: Perlu Tindakan Nyata dan Segera

Konferensi Perubahan Iklim PBB kembali digelar di Bonn, Jerman, membahas kerangka hukum baru untuk pengendalian perubahan iklim yang akan diadopsi pada tahun 2015 dan berlaku tahun 2020.

Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC) di Bonn kali ini juga membahas upaya meningkatkan aksi mitigasi atau pengurangan emisi dan adaptasi terhadap dampak buruk perubahan iklim. Yang tak kalah penting, juga pembahasan soal penyediaan pendanaan dan transfer teknologi untuk negara berkembang selama tahun 2013-2020.

UNFCCC Logo Klimakonferenz der UN

Logo UNFCCC

Tema-tema ini dibahas untuk menutupi kesenjangan ambisi peningkatan aksi yang mengancam tidak tercapainya tujuan bersama, yaitu mencegah kenaikan suhu rata-rata dunia di bawah dua derajat celcius sampai tahun 2020.

Negara industri perlu berperan lebih banyak

Dalam konferensi, Indonesia menekankan pentingnya peningkatan ambisi di berbagai bidang untuk mengendalikan perubahan iklim sebelum dan sesudah 2020. Di antaranya di bidang efisiensi energi, perhubungan, pembangkitan listrik, dan pertanian.

Dürre in der Sahel Zone Naturkatastrophen Flash-Galerie

Kekeringan di Mali, dampak perubahan iklim

Duta Besar RI untuk Republik Federasi Jerman, Dr Eddy Pratomo, yang bertindak sebagai Ketua Delegasi RI pada pertemuan Bonn ini mengatakan:“Indonesia meminta agar laporan tersebut merinci negara mana perlu melakukan aksi apa dengan mempertimbangkan bahwa tanggung jawab antara negara maju dan negara berkembang berbeda. Indonesia selalu menekankan bahwa negara industri maju perlu berperan lebih banyak. Indonesia harus meningkatkan ambisinya dan melakukan aksi nyata dan segera.”

Upaya Indonesia

Klimawandel Dürre

Kekeringan di Cina, dampak pemanasan global

Di tengah rangkaian perundingan perubahan iklim UNFCCC, tim delegasi Indonesia memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan Indonesia dengan berkontribusi terhadap upaya pengendalian perubahan iklim. Di antaranya, mulai dari penetapan target dan penyusunan rencana aksi nasional untuk pengurangan emisi, mengembangkan strategi dan program adaptasi, hingga pelaksanaannya yang melibatkan pemerintah di berbagai level, sektor swasta dan masyarakat.

Dubes Eddy Pratomo melanjutkan:“Dalam berbagai pernyataan, Indonesia menyampaikan bahwa berbagai upaya tersebut bukan hal yang mudah, baik secara politik maupun karena keterbatasan anggaran dan kapasitas kita. Namun Indonesia menegaskan bahwa komitmen nasional sangat kuat dan hal tersebut perlu diakui dan mendapatkan dukungan internasional dalam bentuk pendanaan dan teknologi.”

Pondasi pertemuan lanjutan

Mostafa Medhat UN Klimakonferenz Bonn

Konferensi iklim di Bonn

Hasil dari pertemuan di Bonn ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam pertemuan iklim berikutnya yang merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi UNFCCC, yaitu Konferensi Para Pihak UNFCCC/ Protokol Kyoto ke-19 di Warsawa, Polandia pada bulan November mendatang.

Laporan Pilihan